Balasan Menohok Mahfud MD, Kampanyekan Assalamualaikum Saja Salah, Kenapa Maksa Bahasa Arab ?

Mahfud MD sebut pengkritiknya tidak tahu bahasa Arab, kampanyekan assalamualaikum saja salah
Mahfud MD sebut pengkritiknya tidak tahu bahasa Arab, kampanyekan assalamualaikum saja salah.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menko Polhukam Prof Mahfud MD menanggapi kritikan yang ditujukan kepadanya terkait penggunaan bahasa Arab bagi orang Islam.

Padahal, kata Mahfud, orang itu tidak mahir bahasa Arab. Bahkan, mengkampanyekan assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh saja salah.

“Ada orang kritik saya, Pak Mahfud kok bilang sebagai orang Islam tidak harus bahasa Arab,” ucap Mahfud MD, dalam acara Kick Off Mujahid Digital dan Konsolidasi Nasional Infokom MUI di Jakarta Pusat, Rabu (31/8).

“Saya bisa bahasa Arab saya bilang. Tapi bagi saya ndak harus (pakai bahasa Arab),” tambah Mahfud menanggapi kritikan orang itu.


Mahfud lantas menirukan cara orang yang tidak disebutkan namanya itu dalam mengucapkan ‘asalamualikam warahmatullahi wabarakutuh’.

“Anda ndak bisa bahasa Arab, mengkampanyekan bahasa Arab bilang assalamualaikum aja salah,” cetus Mahfud.

BACA : Mahfud MD : Kalau Ketidakadilan Dibiarkan, Negara Bisa Hancur

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini lantas mengajak hadirin untuk melihat dan mendengarkan podcast orang tersebut di kanal YouTube miliknya.

“Gimana Anda mau mengkritik bahasa Arab orang, Anda bilang ‘asalamualikam warahmatullahi wabarakutuh’ saja salah,” jelas Mahfud.

Ia mengaku sudah melihat beberapa video podcast orang tersebut. Rupanya orang itu melakuka kesalahan setiap hari.

“Saya kira salahnya cuma sekali, tapi semua podcastnya salah. Kenapa maksa-maksakan bahasa Arab,” sindir Mahfud.

BACA : Akhirnya Mahfud MD Bicara Uang Judi, Konsorsium 303 dan Konsorsium Tambang

Mahfud menjadi pembicara dalam Kick Off Mujahid Digital dan Konsolidasi Nasional Infokom MUI. Ia diminta untuk mengulas topik ‘Bagaimana Membangun Mujahid dan Membangun Wasathiyah’.

“Menjadi mujahid itu tidak harus alim, pintar ilmu agama ini, bisa baca Alquran, ndak,” beber Mahfud.

Para mujahid, nantinya akan mendapatkan arahan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk melakukan kebaikan-kebaikan.

MUI akan menentukan topik yang akan dibahas dan disampaikan kepada umat setiap hari.

BACA : Tak Seperti Bayangan Publik, Kerajaan Sambo Versi Mahfud MD Ternyata Hanya Lingkup Divisi Propam

Menurut Mahfud, dalam menyampaikan pesan kebaikan kepada umat, mujahid tidak harus menggunakan dalil atau bahasa Arab.

“Tidak usah pakai dalil-dalil kalau ndak hafal, malah salah,” pinta Mahfud.

Mahfud lantas mencontohkan kesalahan-kesalahan yang dilakukan orang Islam dalam menyampaikan dalil.

“Itu kan banyak tuh di TV tuh, banyak dalil-dalil salah. Akhirnya orang yang semula percaya jadi ndak percaya. Orangnya ndak ngerti pada apa yang dibaca,” pungkas Mahfud MD. (rifky/pojoksatu)