Drama Ferdy Sambo Tenggelamkan Dugaan Korupsi Rp104 Triliun Duta Palma Group

Penyitaan barang bukti uang triliunan kasus Surya Darmadi PT Duta Palma Group (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Dugaan korupsi bos PT Duta Palma Group Surya Darmadi memecahkan rekor, bengkak dari Rp78 triliun jadi Rp104,1 triliun. Namun kasus ini malah ditenggelamkan kasus Ferdy Sambo.

Pengamat Politik Burhanuddin Muhtadi melalui akun Twitter @BurhanMuhtadi, Rabu (31/8/2022) menyebut kasus dugaan korupsi pembuat minyak goreng Palma ini malah ditenggelamkan kasus Ferdy Sambo.

Pengamat dari lembaga survei Indikator Politik ini juga mengunggah video penampakan uang triliunan milik bos PT Duta Palma Group, Surya Darmadi.

“Penyitaan barang bukti kasus korupsi Duta Palma triliunan rupiah ini tenggelam oleh drama Sambo yang tak kunjung usai,” kata Muhtadi membeberkan kasus Ferdy Sambo telah menenggelamkan kasus Duta Palma Group.


“Sekali garuk dapat segini, “ katanya lagi.

Baca Juga :

Estimasi Kerugian Negara Tembus Rp78 Triliun, Kejagung Tetapkan Mantan Bupati Inhu dan Temannya Jadi Tersangka

Sebelumnya, total kerugian perekonomian negara buntut dugaan korupsi PT Duta Palma Group kini mencapai angka Rp 104,1 triliun.

Jumlah itu meningkat dari pernyataan awal Kejaksaan Agung RI yang menaksir kerugian negara hanya sebesar Rp 78 triliun.

Kejagung telah menyita barang bukti korupsi tersangka kasus korupsi lahan sawit, Surya Darmadi.

Uang yang disita terbagi menjadi tiga mata uang berupa rupiah, dolar AS, dan dolar Singapura.

Nilai nominal rupiah yang disita Rp 5.123.189.064.978. Untuk dolar AS sebesar USD 11.400.813,57, sedangkan dolar Singapura sebesar SGD 645,04.

Ketika dirupiahkan, total dolar Amerika yang disita sekitar Rp 169.563.721.708. Sedangkan dolar Singapura sekitar Rp 6.878.157.

Atau Kejagung menyita total sekitar Rp 5.123.365.417.450 uang tunai dari kasus ini.

Baca Juga :

Tertinggi dalam Sejarah, Eks Bupati Inhu dan Temannya Diduga Tilap Rp78 Triliun, Kalahkan Kondensat Rp37,8 Triliun

Kejaksaan Agung RI telah menyita aset Surya Darmadi sebesar Rp 11,7 triliun.

Tak berhenti sampai situ, Kejaksaan Agung RI juga tengah melakukan pelacakan aset Surya lainnya untuk di sita.

Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah mengatakan, ada tiga jenis aset yang dapat disita oleh penyidik.

Pertama, aset yang menjadi objek kejahatan dalam proses penyidikan.

“Saat ini kami ada tim pelacakan aset. Ini terus melakukan mapping atas aset-aset terkait Duta Palma. Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan penyidik. Pertama itu betul-betul menjadi objek kejahatan yang disidik,” kata Febrie di Gedung Kejaksaan Agung RI, Selasa (30/8/2022).

Kedua, penyidik juga melihat aliran dana dari hasil bisnis Surya. Kata Febrie, penyidik masih menelusuri aset-aset yang berkaitan dengan bisnis perkebunan kelapa sawit tersebut.

“Kedua, penyidik melihat ini hasil bisnisnya ke mana larinya, maka ini sedang ditelusuri aset-aset keterkaitan dari bisnis ini. Ini terus dilakukan penyitaan oleh penyidik,” sambungnya.

Jenis ketiga adalah aset yang telah diputar kembali ke bisnis Surya lainnya. Pasalnya, penyidik juga menyangkakan Surya dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Karena itu, Febrie berharap proses penyitaan aset-aset milik Surya dapat dilakukan secara maksimal.

Demikian drama kasus Ferdy Sambo telah menenggelamkan dugaan korupsi Rp104 triliun Duta Palma Group yang dipimpin Surya Darmadi. (ikror/pojoksatu)