533 P3K Guru Kota Sukabumi Teken Kontrak, Bertanggung Jawab Dunia Akhirat

P3K Guru Kota Sukabumi pose bareng walikota usai tandatangan kontrak. (Dok Radar Sukabumi)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau P3K Guru Kota Sukabumi melakukan penandatangan dokumen perjanjian kerja.

Sebanyak 533 P3K Guru Kota Sukabumi menandatangani dokumen perjanjian kerja di hadapan Walikota Sukabumi Achmad Fahmi, di Gedung Juang 45, Senin (29/8).

Penandatanganan dokumen perjanjian kerja P3K Guru Kota Sukabumi dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis kepada perwakilan dua orang P3K atau PPPK Guru.

Hadir juga dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Sukabumi Andri S Hamami, Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada, Kepala BKPSDM Kota Sukabumi Asep Irawan, Ketua TP-PKK Kota Sukabumi Fitri Hayati Fahmi.


Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi mengatakan, berdasarkan Undang-undang No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai instansi pemerintah terdiri atas dua kategori, yakni PNS dan P3K.

Pada Pasal 6 ayat (1) disebutkan, PNS merupakan pegawai ASN yang diangkat sebagai pegawai tetap oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dan memiliki nomor induk pegawai secara nasional.

BACA : Masalah PPPK Guru Belum Beres, Nadiem Makarim Sudah Ngebet Bahas RUU Sisdiknas 2023

Sementara pada Pasal 6 ayat (2) disebutkan PPPK merupakan pegawai ASN yang diangkat sebagai pegawai dengan perjanjian kerja oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) sesuai dengan kebutuhan instansi pemerintah.

“Dua kategori itu terikat kontrak oleh Pejabat Pembina Kepegawaian. PNS dan P3K adalah bagian dari pemerintah paerah,” ucap Achmad Fahmi.

Achmad Fahmi menambahkan, seluruh P3K bisa menjadi aparatur yang bertanggung jawab, bersih dan berwibawa serta menjunjung tinggi nilai kejujuran, kebenaran dan keadilan dalam menjalankan tugas masing-masing.

“Karena akan dipertanggungjawabkan baik di dunia maupun di akhirat kelak,” teran Achmad Fahmi.

BACA : Guru Honorer Disalip Murid Jadi PPPK, Kena Mental Sampai Menangis di DPR

Achmad Fahmi mengingatkan perjanjian kerja P3K guru ini berlaku selama lima tahun dan dievaluasi setahun sekali.

Kontrak kerja P3K bisa diputus secara sepihak oleh pemerintah jika tak memenuhi target yang telah ditetapkan.

Karena itu, Achmad Fahmi meminta kepada para PPPK guru Sukabimi memberikan kinerja yang maksimal.

Lanjut Fahmi, dari seorang guru dapat melahirkan orang-orang hebat, bermartabat, dan mampu memberikan manfaat.

Maka dari itu, sulit jika perjanjian kerja hanya satu tahun, sehingga diberikan kontrak kerja selama lima tahun dengan syarat target kinerja akan dievaluasi setiap tahun.

BACA : Seleksi PPPK Tenaga Kesehatan 2022 Dibuka September, Semua Wajib Tes

Achmad Fahmi mengingatkan selama masa perjanjian kerja, PPPK Sukabumi wajib memenuhi target kinerja. Terutama profesional dalam mengajar, disiplin dalam mengajar, mencetak pelajar berkualitas, dan memiliki loyalitas.

Selain itu, kata Fahmi P3K wajib bekerja sesuai hari kerja yang berlaku di instansi masing-masing.

Dijelaskan Fahmi, P3K berhak menerima tunjangan sesuai kemampuan pemerintah daerah.

Sementara itu, Kepala Bidang Kepegawaian BKPSDM Kota Sukabumi, Taufik Hidayah mengatakan, jumlah PPPK guru Kota Sukabumi yang seharusnya menandatangani perjanjian dokumen kerja tahun ini sebanyak 534 orang.

Namun satu orang PPPK meninggal dunia sehingga jumlah keseluruhan menjadi 533 orang.

“Dari 533 orang tersebut terdiri dari guru honor di sekolah negeri maupun swasta, yang sebelumnya telah mengikuti seleksi tes dari Kementerian,” ucapnya.

“Sementara saat awal, ada 650 formasi sesuai kebutuhan di seluruh sekolah dan 116 orang sisa akan diisi Kemendikbud disesuaikan dengan formasi,” pungkasnya.

Setelah teken kontrak, P3K Guru Kota Sukabumi akan melakukan tugasnya sebagai pendidik anak bangsa. (cr3/radarsukabumi)