Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir Joshua, Ferdy Sambo Peragakan 27 Adegan di Duren Tiga dan 35 di Saguling

Rekonstruksi pembunuhan Brigadir Joshua di Rumah Ferdy Sambo dijaga ketat Brimob loreng bersenjata lengkap (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA — Rekonstruksi pembunuhan Brigadir Joshua oleh Ferdy Sambo Dkk di rumah dinas Duren Tiga akan memperagakan 27 adegan. Sementara 35 adegan diperagakan di rumah Saguling.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyebutkan rekonstruksi pembunuhan Brigadir Joshua akan digelar di dua lokasi di Jakarta yaitu di Rumah Saguling dan rumah Duren Tiga.

“Rekonstruksi sebanyak 35 adegan di rumah Saguling. Menyangkut kejadian tanggal 8 Juli dan paska pembunuhan Brigadir Joshua,” kata Irjen Dedi kepada wartawan, Selasa (30/8).

“Sebanyak 27 adegan diperagakan di Duren Tiga terkait pembunuhan Brigadir Joshua,” jelasnya lagi.


Dedi menyebutkan dalam rekonstruksi pembunuhan Brigadir Joshua ini, semua tersangka akan dihadirkan.

Baca Juga :

Bharada Eliezer Tolak Bertemu Ferdy Sambo, Kini Dipertemukan di Rekonstruksi di Duren Tiga

“Yang hadir lima tersangka didampingi pengacaranya masing-masing, 10 Jaksa Penuntut Umum (JPU), Komnas HAM dan Kompolnas serta LPSK,” katanya.

Kelima tersangka antara lain Putri Candrawathi, Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan asisten rumah tangga yang juga sopir Kuat Ma’ruf.

Sementara itu, pihak keluarga Brigadir Joshua yang diwakili pengacara Kamaruddin Simanjuntak dan beberapa pengacara yang lain juga terlihat hadir di rumah Saguling Tiga pada Selasa pagi untuk melihat rekonstruksi pembunuhan Joshua ini.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengatakan Ferdy Sambo menjanjikan penghentian kasus (SP3) kematian Brigadir Joshua kepada Bharada Eliezer.

Baca Juga :

Ferdy Sambo Pernah Periksa Polwan Pangkat Kompol Sampai Menjerit-Jerit Ketakutan di Ruangan Propam

Namun, Bharada Eliezer akhirnya kecewa setelah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir Joshua.

“Ternyata pada saat itu Saudara Richard mendapatkan janji dari Saudara FS akan membantu melakukan atau memberikan SP3 terhadap kasus yang terjadi,” ujar Jenderal Sigit di Komisi III DPR, Rabu (24/8/2022) kemarin.

“Namun ternyata faktanya Richard tetap menjadi tersangka sehingga kemudian atas dasar tersebut Richard menyampaikan akan mengatakan atau memberikan keterangan secara jujur dan terbuka,” kata Kapolri.

“Dan ini juga yang kemudian mengubah semua informasi awal dan keterangan yang diberikan pada saat itu,” sambung Sigit.

Tak berselang lama setelah ditetapkan sebagai tersangka, Bharada Eliezer pun meminta didampingi pengacara baru. Selain itu, dia menolak bertemu dengan Ferdy Sambo.

Pada awal kasus ini terungkap, Bharada Eliezer didampingi pengacara yang ditunjuk Sambo. Setelah itu, dia didampingi dua pengacara, yakni Deolipa Yumara dan M Boerhanudin. Pengacara Eliezer kini telah berganti lagi.

“Richard minta disiapkan pengacara baru serta tidak mau dipertemukan dengan Saudara FS,” kata Kapolri mengungkap penolakan Bharada Eliezer bertemu Ferdy Sambo ini. (ikror/pojoksatu)