Ternyata Saksi Sidang Ferdy Sambo Nangis-nangis, tapi Sambo Tidak

Ternyata memang benar banyak yang menangis dalam sidang kode etik Ferdy Sambo. Tapi bukan Ferdy Sambo yang menangis

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kompolnas membenarkan sidang Komisi Etik Profesi Polri (KEPP) Ferdy Sambo berlangsung penuh haru dan tangisan.

Hal itu diungkap Komisioner Kompolnas, Yusuf Wasyim yang ikut hadir dan mengikuti jalannya sidang yang memecat Ferdy Sambo sebagai anggota Polri.

Yusuf mengaku dirinya merasakan betul suasana haru dalam sidang berlangsung selama 18 jam tersebut.

Disebutkan Yusuf, jalannya sidang kode etik mantan Kadiv Propam itu tidak jauh berbeda dengan sidang di pengadilan.


“Ya, suasananya ada tegangannya, ada tenangnya, ya dinamis lah. Dan penuh air mata,” beber Yusuf kepada wartawan di Jakarta, Minggu (28/8/2022).

BACA: Ogah Dikadalin Ferdy Sambo Lagi, Kapolri Tolak Mentah-mentah, Pokoknya Ogah

Akan tetapi, selama sidang berjalan, Ferdy Sambo dilihat Yusuf sama sekali tidak menangis.

Kendati demikian, ia menyebut wajah Sambo penuh dengan penyesalan.

Namun yang justru menangis adalah para saksi yang dihadirkan dalam sidang yang dimpimpin Kabaintelkam Polri Komjen Ahmad Dofiri itu.

Dalam sidang tersebut, total ada 15 saksi dihadirkan.

BACA: Ada Indikasi Mafia di Mabes Polri, Hasil Otopsi Ulang Brigadir Joshua Ditolak ‘Pimpinan’

Di antaranya adalah Bharada Eliezer atau Bhadara Richard.

Selanjutnya mantan Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto.

Tidak ketinggalan anak buah Ferdy Sambo di Divisi Propam, Brigjen Hendra Kurniawan.

Hanya saja, Yusuf tidak mengungkap siapa saja yang menangis saat sidang kode etik terhadap Sambo itu berjalan.

BACA: Ngeyel jadi Korban Pelecehan Brigadir Joshua, Akal-akalan Putri Candrawati Terbongkar Gegara Omongan Sendiri

Meski begiti, Yusuf menyebut mereka yang menangis itu diduga karena menyesal setelah mengetahui bahwa semua adalah skenario Ferdy Sambo.

Bahwa dalam skenario itu, Brigadir Joshua tewas bukan karena baku tembak, melainkan karena dieksekusi.

“Barangkali ada perasaan kecewa menyesal. Iyalah pasti menyesal karena sudah masuk sidang etik begitu,” tandas Yusuf. (Ade GP/pojoksatu)