Skenario Akal-akalan Pengunduran Diri Sambo Ketahuan, Kapolri Jenderal Sigit Tegas Menolak, Sudah Putusan Pemecatan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menolak surat pengunduran diri Sambo (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA — Kapolri Jenderal Listyo Sigit dengan tegas menolak surat pengunduran diri Ferdy Sambo. Kapolri menyebut putusannya sudah PDTH atau pemecatan.

Kapolri Jenderal Sigit dengan tegas menolak pengunduran diri Sambo karena tujuan skenario pengunduran diri ini sudah ketahuan.

Kapolri menyatakan dengan tegas menolak dan tidak akan memproses surat pengunduran diri mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo tersebut.

“Tentu ada aturannya. Kita melihat bahwa ini harus diselesaikan dalam proses sidang KKEP. Dan kemarin sudah kita dengar bahwa putusan dari sidang PDTH,” ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Minggu (28/8/2022).


Namun terkait banding yang diajukan Ferdy Sambo, Kapolri menyebut hal itu sebagai hak Ferdy Sambo.

Baca Juga :

Sosok Kapten Jack yang Diperintah Jemput Sambo, Alumni Akpol 94 yang Karirnya Juga Moncer

“Tentunya yang bersangkutan punya hak mengajukan banding dan itu semua bagian dari proses. Nanti akan ada putusan lagi mengenai permohonan yang bersangkutan,” kata Sigit.

Diketahui, setelah sidang KKEP yang digelar Kamis lalu (25/8), Ferdy Sambo mengajukan banding.

Terkait banding Ferdy Sambo ini, Kapolri juga tak banyak bicara.

Menurutnya, berkas-berkas perkara Ferdy Sambo sedang dalam proses penyelesaian di internal Polri.

“Kita lihat saja (banding Ferdy Sambo) diterima atau tidak,” lanjutnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum keluarga Brigadir Joshua, Kamaruddin Simanjuntak, menilai bahwa pengajuan surat pengunduran diri Irjen Ferdy Sambo dari Polri hanya demi kepentingan pribadi.

Pengunduran diri ini bertujuan untuk kepentingan pribadi, khususnya soal dana pensiun pejabat Polri. Dia meminta supaya Kapolri Jenderal Sigit menolak tegas surat pengunduran diri Sambo ini.

“Itu akal-akalan dia supaya tetap jadi anggota polisi dan supaya tetap mendapatkan hak-hak pensiun,” kata Kamaruddin.

Pengacara keluarga Brigadir Joshua ini pun mengingatkan kepada Komisi Kode Etik Polri untuk mengacuhkan upaya banding yang diajukan Sambo.

“Tetapi saya ingatkan kepada Komisi Kode Etik supaya menghiraukan,” ungkapnya lagi. (ikror/pojoksatu)