Putri Candrawati Diduga Lakukan Malingering, Mirip Setya Novanto Benjol Segede Bakpao ?

Putri Candrawati diduga lakukan malingering dalam kasus pembunuhan Brigadir Joshua

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel menduga, Putri Candrawati tengah melakukan malingering.

Berdasarkan penjelasan laman wkipedia, malingering merupakan perilaku dengan berpura-pura sakit yang berlebihan.

Hal itu dilakukan dengan sengaja untuk memperoleh keuntungan pribadi.

Malingering terjadi karena kondisi lingkungan sekitarnya, seperti menghindari hukuman memalsukan kesehatan, dan lainnya.


“Patut diduga bahwa PC melakukan malingering -pura-pura sakit untuk mendapatkan manfaat hukum tertentu-,” kata Reza dikutip PojokSatu.id dari JPNN, Minggu (28/8/2022).

BACA: Ogah Dikadalin Ferdy Sambo Lagi, Kapolri Tolak Mentah-mentah, Pokoknya Ogah

Jika sekalipun memang benar-benar sakit, pun tidak bisa langsung disimpulkan sakitnya muncul secara alami dan semata-mata merupakan akibat dari kekerasan seksual.

JIka sakitnya Putri Candrawati itu cuma pura-pura, maka patut dinilai sebagai bentuk perilaku tidak kooperatif terhadap proses penegakan hukum.

“Tindak tanduk sedemikian rupa layak dijadikan sebagai salah satu hal yang memberatkan hukuman bagi PC apabila nantinya dia divonis bersalah,” tegasnya.

Istri Ferdy Sambo itu sampai kini mengklaim dirinya adalah korban pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir Johua.

Namun kata Reza, klaim Putri itu sangat mudah dipatahkan. Bagaimana caranya?

BACA: Diperiksa Hingga Menjelang Dinihari, Putri Chandrawathi Tetap Mengaku Kalau Dia Korban Kekerasan Seksual Brigadir Joshua, Ngeles Lagi Aja

“Konfrontasikan yang bersangkutan (Putri, red) dengan saksi-saksi lain. Bandingkan keterangannya dengan bukti-bukti yang tersedia,” terangnya.

Seperti diketahui, mantan Ketua DPR RI Setya Novanto pernah dinilai publik sebagai sosok yang paling licin bak belut kecebur oli.

Saat itu, Setya Novanto kucing-kucinggan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus mega korupsi e-KTP.

Setnov saat itu bahkan mampu berkelit dengan berbagai alasan.

Salah satunya adalah alasan sakit yang oleh pengacaranya saat itu, Fredrich Yunadi, disebut benjol segede bakpao.

BACA: Misteri Hasil Pemeriksaan Putri Candrawathi yang Belum Diumumkan Polisi Meski Sudah Digarap Lebih 12 Jam

Benjol segede bakpao Setya Novanto itu didapat dari kecelakaan tunggal mobil yang ditumpanginya saat itu.

Namun pada akhirnya, KPK bisa menangkap Setya Novanto yang ternyata tidak benjol segede bakpao. (Ade GP/pojoksatu)