Arief Poyuono Ingatkan Anies dan Ganjar Bisa Melongo di 2024, Ganjar Paling Parah Bisa-bisa Hanya Timses Orang

Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo miliki elektabilitas tinggi menuju Pemilu 2024 (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTAPolitisi Gerindra Arief Poyuono mengingatkan Anies dan Ganjar soal Pemilu 2024. Keduanya bisa saja tersingkir sebelum perhelatan pemilu dan hanya bisa melongo.

Arief Poyuono menilai kalau Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo tidak dicalonkan partai politik menuju perhelatan Pemilu 2024, maka keduanya hanya akan bisa melongo, begitu juga relawannya.

Arief lantas menyentil Anies dan Ganjar, dua nama yang kerap bertengger di peringkat teratas survei elektabilitas capres 2024.

Menurut Arief, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo bahkan sudah memiliki sukarelawan di mana-mana menuju Pemilu 2024 ini.


“Ganjar katanya elektabilitasnya tinggi, Anies juga elektabilitasnya tinggi. Kalau tidak dicalonkan parpol, piye? Melongo Mas, melongo sukarelawannya,” ujar Arief, Minggu (28/8).

Baca Juga :

Kapolri Ingatkan Bangsa Indonesia Nyaris Dipecah Belah Tahun 2019 Akibat Hoaks dan Polarisasi

Arief mengatakan dua nama yang sudah dipastikan mendapat dukungan penuh partai baru dua tokoh yaitu Prabowo Subianto dan Puan Maharani.

“Yang sudah jelas punya tiket maju jadi capres itu siapa? Prabowo, Puan Maharani. Jadi, Ganjar dan Anies itu harus sadar, jangan terburu-buru,” lanjut mantan wakil ketua umum Gerindra itu.

Arief juga menyarankan agar Ganjar dan Anies tidak perlu terlalu gencar mempromosikan diri, apalagi sampai melakukan deklarasi.

“Jangan mendahului. Kalau tidak kuat, jangan membunuh. Kalau memang Allah sudah menentukan siapa jadi presiden, Allah menunjuk dia jadi presiden, pasti ada jalannya,” kata Arief Poyuono.

Arief Poyuono menilai pernyataan Presiden Jokowi saat menghadiri Rapimnas Bravo 5 menjadi peringatan bagi Ganjar dan Anies.

Jokowi saat itu mengingatkan para sukarelawan Bravo tidak terburu-buru menentukan sikap dukungan di Pilpres 2024.

Menurut Jokowi, seseorang dengan elektablitas tinggi belum tentu dicalonkan partai politik sebagai calon presiden.

“Omongannya Jokowi itu seribu persen benar,” kata Arief Poyuono.

Baca Juga :

Di Tengah Sorotan Kasus Sambo, Polri Sukses Gelar Kirab Merah Putih, Bendera Sepanjang 1,7 Km Dibentangkan

Presiden Jokowi mengatakan sosok yang memiliki elektabilitas tinggi belum tentu akan dicalonkan oleh parpol.

“Belum tentu yang elektabilitasnya tinggi diajukan oleh partai atau gabungan partai. Kalau mereka tidak mau bagaimana?” ucap Jokowi di Rapimnas Bravo 5, Jumat (26/8).

Sementara itu, PDI Perjuangan diprediksi lebih condong kepada Ketua DPR RI Puan Maharani untuk diusung pada Pilpres 2024.

Artinya, kini Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hanya punya dua pilihan.

“Pilihan Ganjar hanya dua, yaitu segera pindah partai atau dia harus rela menjadi tim pemenangan Puan,” ujar Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, Minggu (28/8).

Saiful menilai bahwa belakangan ini Puan mendapat kepercayaan lebih dari PDIP.

Salah satunya, mewakili PDIP bertemu Ketua Umum (Ketum) Partai Nasdem Surya Paloh dengan didampingi sekjen dan pengurus partai lainnya.

“Saya kira sinyalnya sudah jelas, PDIP lebih condong kepada Puan, sehingga Ganjar kemungkinan besar akan terpental,” kata Saiful.

Untuk itu, sudah saatnya Ganjar mencari jalan dan peruntungan lain daripada menunggu dengan serba ketidakpastian. (ikror/pojoksatu)