Pemberhentian Anies Baswedan Diusulkan DPRD ke Presiden Jokowi

Pemberhentian Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta akan diusulkan ke Presiden Jokowi dalam waktu dekat
Pemberhentian Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta akan diusulkan ke Presiden Jokowi dalam waktu dekat.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pemberhentian Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta tinggal menunggu waktu.

Dalam waktu dekat, DPRD DKI Jakarta akan mengusulkan pemberhentian Anies Baswedan ke Presiden Jokowi.

Demikian ditegaskan Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi melalui akun Twitternya, @PrasetyoEdi_ pada Sabtu (27/8).

“Dalam waktu dekat DPRD akan mengusulkan pemberhentian Gubernur Provinsi DKI Jakarta kepada Bapak Presiden Republik Indonesia,” kata Prasetio Edi Marsudi.


Usulan pemberhentian Anies Baswedan mengacu pada Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Usulan itu akan saya tindaklanjuti sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta sesuai Pasal 79 ayat (1) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,” jelas Prasetio Edi Marsudi.

Pasal 79 ayat (1) berbunyi: Pemberhentian kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 78 ayat (1) huruf a dan huruf b serta ayat (2) huruf a dan huruf b diumumkan oleh pimpinan DPRD dalam rapat paripurna dan diusulkan oleh pimpinan DPRD kepada Presiden melalui Menteri untuk gubernur dan/atau wakil gubernur serta kepada Menteri melalui gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat untuk bupati dan/atau wakil bupati atau wali kota dan/atau wakil wali kota untuk mendapatkan penetapan pemberhentian.

Dijelaskan Edi Marsudi, usulan pemberhentian Gubernur DKI Jakarta juga mengacu pada surat edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Berdasarkan surat edaran Kementerian Dalam Negeri, paripurna pengumuman pemberhentian Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 selambat-lambatnya digelar 30 hari sebelum masa jabatan berakhir,” katanya.

Menurut Edi Marsudi, usulan pemberhentian Anies akan dibahas dalam rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD DKI Jakarta, pekan depan.

“Karena itu saya akan segera menjadwalkan pelaksanaan paripurna tersebut melalui rapat Badan Musyawarah,” beber Edi Marsudi.

“Jika tidak aral melintang, rapat tersebut akan saya gelar pekan depan di sela kegiatan evaluasi Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD (P2APBD) tahun 2021,” pungkas Edi Marsudi.

Diketahui, Anies Baswedan dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta Pada 16 Oktober 2017.

Masa jabatan Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta akan berakhir pada 15 Oktober 2023.

Sebelum masa jabatannya berakhir, DPRD DKI Jakarta wajib mengusulkan pemberhentian ke presiden. Usulan pemberhentian dibahas dalam rapat paripurna DPRD. (rifky/pojoksatu)