Jika Putri Candrawathi Ditahan Usai Diperiksa, Bagaimana Nasib Anak Balitanya, Ini Kata Kak Seto

Putri Candrawathi akan diperiksa sebagai tersangka hari ini Rabu (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Putri Candrawathi menjalani pemeriksaan perdana hari ini Jumat (26/8) dengan status tersangka. Jika Putri ditahan penyidik bagaimana nasib anak balitanya yang masih usia 1,5 tahun.

Kak Seto atau Seto Mulyadi ikut bersuara sebagai Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) terkait nasib anak balita Putri Candrawathi ini.

Menurut Kak Seto, jika Putri Candrawathi ditahan, maka sebaiknya tidak dipisahkan dari anaknya yang masih berusia 1,5 tahun tersebut.

“Itu yang kami sarankan agar tidak dipisahkan dari ibunya ini, pernah kami sarankan pada waktu anaknya mbak Angelina Sondakh,” kata Kak Seto kepada wartawan, Kamis (25/8/2022).


Kak Seto memberikan dua opsi terkait penahanan Putri Candrawathi ini. Pertama mendapat tahanan rumah.

Baca Juga :

Polri Ingatkan Sambo Tak Ada Lagi Upaya Hukum Lain Usai Banding, Dikasih ‘Bernapas’ Cuma 3 Hari

Kedua, Putri Candrawathi ditempatkan di lembaga pemasyarakatan, namun disediakan tempat khusus untuk bisa mengasuh bayinya.

“Untuk kepentingan terbaik bagi anak yang masih bayi, dekat atau diasuh ibunya secara langsung,” kata Seto Mulyadi.

Kak Seto menjelaskan, Ferdy Sambo memiliki empat orang anak.

Namun hanya tiga anak Ferdy Sambo yang mendapat perlindungan dari LPAI dan juga Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) lantaran usianya masih di bawah 18 tahun.

Sementara satu anak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sudah berusia 21 tahun dan akan mendapat perlindungan dari Komnas Perempuan.

Baca Juga :

Motif Sebenarnya Sambo Emosi Akan Terungkap dari Kejujuran Putri Candrawathi Hari Ini

Sementara itu Kapolri Jenderal Listyo Sigit di depan Komisi III DPR menyebut motif pembunuhan Joshua untuk sementara sudah diketahui dari keterangan Ferdy Sambo.

Namun Polri masih ingin memastikan sekali lagi lewat pemeriksaan Putri Candrawathi yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Terkait motif ini, kami sementara sudah mendapatkan keterangan dari saudara FS. Namun, kami juga ingin memastikan sekali lagi untuk memeriksa Ibu PC,” kata Jenderal Listyo Sigit dalam RDP bersama Komisi III DPR RI, Rabu (24/8).

“Sehingga nanti yang kami dapat. Apalagi beliau sudah sebagai tersangka. Apakah nanti berubah lagi atau tidak,” katanya lagi.

“Dengan demikian, kami bisa mendapatkan satu kebulatan terkait dengan masalah motif ini,” tegas Jenderal Sigit dalam rapat Komisi III DPR. (ikror/pojoksatu)