Dahsyatnya Kekaisaran Ferdy Sambo di Internal Polri, Pantes Kapolri Dorong Hukuman Mati

Irjen Pol Ferdy Sambo. Foto: JPNN.com

POJOKSATU.id, JAKARTA – Publik meyakini Ferdy Sambo memiliki kekuasaan luar biasa di internal Polri. Itu terlihat bagaimana ia merekayasa dan menyusun skenario pembunuhan Brigadir Joshua.

Skenario itu nyaris saja berjalna mulus. Tapi akhirnya kandas setelah publik menilai banyak kejanggalan dalam kasus tersebut.

Ditambah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang kemudian membentuk timsus dan membongkar borok Ferdy Sambo.

Alhasil, 83 anggota polisi diperiksa Inspektorat Khusus (Itsus) karena mereka diduga tidak profesional dalam penanganan kasus pembunuhan Brigadir Joshua.


“Kita telah melaksanakan pemeriksaan khusus terhadap anggota-anggota kita sebanyak 83 orang,” ungap Irwasum Polri, Komjen Pol Agung Budi Maryoto, pada Jumat (19/8/2022) lalu.

Hasilnya, sebanyak 35 polisi direkomendasikan dijebloskan ke penempatan khusus (patsus) sebanyak 35 orang.

Dari jumlah itu, 18 polisi sudah menyusul mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.

BACA: Kapolri harus Tegas Copot Kapolda Beking Judi 303, BBM dan Tambang Ilegal, Ingat Taruhannya Polri

“Personel yang sudah di-patsuskan 15 orang,” jelas Agung.

Dari 15 anggota polisi tersebut, enam polisi di antaranya diduga kuat melakukan penghalang-halangan penyelidikan dan penyidikan pembunuhan Brigadir Joshua yang dilakukan timsus.

“Terdapat enam orang dari hasil pemeriksaan yang patut melakukan obstruction of justice,” kata Agung yang juga ketua timsus kasus pembunuhan Brigadir Joshua itu.

Yang cukup mengejutkan, 6 polisi halangi kasus pembunuhan Brigadir Joshua itu semuanya ternyata adalah anak buah Ferdy Sambo.

Enam polisi itu yakni Irjen Pol Ferdy Sambo selaku mantan Kadiv Propam Polri. Kemudian Brigjen Pol Hendra Kurniawan selaku Karopaminal Divisi Propam Polri.

Lalu Kombes Agus Nurpatria selaku Kaden A Biropaminal Divisi Propam Polri dan AKBP Arif Rahman Arifin selaku Wakadaen B Biropaminal Divisi Propam Polri.

Selanjutnya Kompol Baiquni Wibowo selaku PS Kasubbagriksa Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri.

Terakhir adalah Kompol Chuk Putranto selaku PS Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri.

Kerajaan Ferdy Sambo

Menilik pada jumlah anggota polisi yang diseret, memicu spekulasi publik betapa dahsyat kekuatan Ferdy Sambo di internal Polri yang ‘cuma’ Kadiv Propam.

Menanggapi hal itu, Menko Polhukam Mahfud MD menyebut Ferdy Sambo seperti memiliki kerajaan sendiri di internal Polri.

BACA: Ferdy Sambo Mafia, sedangkan Brigadir Joshua Polisi yang Melawan Mafia

Sebagai ‘raja’, Sambo sampai memiliki pengikut dan siap membela meski harus menerima risiko cukup besar.

Pernyataan Mahfud MD itu semakin menguatkan kerajaan Ferdy Sambo di internal Polri bukan isapan jempol.

Karena itu, Mafud MD menyebut ada banyak masalah di internal Korps Bhayang kara itu. Terutama berkaitan dengan kasus pembunuhan Brigadir Joshua.

“Keberadaan kelompok yang berkuasa tersebut yang menyebabkan proses penyidikan kasus menjadi terhambat secara structural,” ucap Mahfud.

“Tapi di dalamnya (internal Polri) sendiri ada banyak masalah,” sambungnya.

Bahkan, Mahfud menilai bahwa permasalahan dan hambatan tersebut memang berasal dari internal Polri secara struktural.

“Ini tak bisa dipungkiri kelompok Sambo ini seperti menjadi kerajaan Polri sendiri di dalamnya. Seperti sub-Mabes yang sangat berkuasa,” ucap dia.

Sayangnya, Mahfud yang jadi pemicu bongkar-bongkar Polri itu tak mengungkap seacra detil siapa saja polisi anggota kerajaan Sambo yang cukup berkuasa itu.

Akan tetapi, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menyebut, bahwa mereka sempat menghalang-halangi pengusutan kasus pembunuhan Brigadir Joshua yang diotaki Ferdy Sambo.

Kapolri Dorong Pasal 340

Dalam kasus pembunuhan Brigadir Joshua, Ferdy Sambo dijerat Pasal 340 alias pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati.

Ternyata, penetapan pasal ancaman hukum mati terhadap Sambo tersebut merupakan perintah Kapolri kepada penyidik.

BACA: Kekaisaran Ferdy Sambo Ternyata Ada juga di Internal Polri, Kapolri Kena Prank

Hal tersebut diungkapkan Tim Penasehat Kapolri Bidang Politik Hermawan Sulistyo, dikutip Pojoksatu.id di YouTube Kompas TV, Sabtu (20/8/2022).

“Jangan lupa loh, penetapan (Pasal) 340 untuk Sambo itu yang minta Kapolri, harus bisa dibuktikan 340,” ujarnya.

Hermawan mengatakan, bahwa keputusan penetapan pasal 340 terhadap Irjen Ferdy Sambo bukan dari tim penasehat hukumnya.

Itu melainkan perintah langsung dari Kapolri Jenderal Lisityo kepada tim yang menangani kasus kematian Brigadir Joshua ini.

“Bukan penasihatnya, bukan penasihat hukumnya,” ungkapnya.

Namun, lanjut Hermawan publik tidak mengetahui bahwa penetapan pasal yang dijatuhkan kepada Irjen Sambo tersebut perintah dari Kapolri.

“Publik kan enggak tahu, masa Kapolri cerita ke publik, eh saya minta loh dihukum segini, pasal ini, pasal itu,” tuturnya. (Ade GP/pojoksatu)