Was-was CCTV Vital di TKP Tewasnya Brigadir Joshua Tak Sampai Persidangan, Pengacara Minta Dibuka

Pengacara keluarga Brigadir Joshua Martin Lukas Simanjuntak (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pengacara keluarga Brigadir Joshua belum melihat rekaman CCTV vital di TKP tewasnya Brigadir Joshua di rumah Ferdy Sambo. Mereka was-was CCTV ini tak sampai ke persidangan.

Polri menyebut telah mengantongi bukti berupa CCTV vital di TKP rumah Ferdy Sambo di Duren Tiga terkait kasus pembunuhan Brigadir Joshua Hutabarat.

Meski polisi menyebut sudah menemukan CCTV di TKP Tewasnya Brigadir Joshua, namun kuasa hukum keluarga Brigadir Joshua mengaku belum melihat CCTV tersebut.

“Bukti CCTV ini merupakan bukti baru dari narasinya Bang Andi ini menurut saya. CCTV yang ada di rumah Pak Sambo, yang menjelaskan sebelum, saat berlangsung, dan sesudah proses kematian Yosua,” kata kuasa hukum keluarga Brigadir Joshua, Martin Simanjuntak, Sabtu (20/8).


Dia menduga CCTV vital itu memperlihatkan kejadian di TKP di dalam rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga.

Martin Simanjuntak ingin memastikan bahwa barang bukti tersebut ada di tangan polisi. Jangan sampai, saat ini polisi menyampaikan ada. Tapi kemudian menghilang atau berubah di persidangan.

Baca Juga :

Ketua IPW Ungkap Kekhawatiran Sambo Negosiasi dengan Polri, Minta Publik Cermati Terus Episodenya

“Supaya kami tahu bahwa barang bukti itu ada. Jangan nanti di persidangan barang bukti itu hilang atau berubah,” tegas pengacara dari Batak ini.

“Kita nggak tahu. Dilimpahkan ke Jaksa, Jaksa bilang nggak ada, Polisi bilang ada,” katanya mengungkap kecemasan jika CCTV ini bisa hilang.

Terkait rekaman CCTV vital di TKP ini bisa diperlihatkan ke publik sebelum persidangan, Martin Simanjuntak mengatakan menyerahkan ini ke penyidik polisi.

Bagi Martin, tindakan membuka CCTV ke publik sebelum persidangan merupakan hak prerogatif dari penyidik Polri.

Namun di sisi lain Presiden Jokowi, Menko Polhukam Mahfud MD, hingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit sudah meminta agar kasus ini dibuka transparan.

Baca Juga :

Kasus Pribadi Segitiga Sambo, Putri dan Joshua Berhasil Tarik 83 Polisi Masuk Jurang, Ini Penjelasan IPW

“Itu semua diskresi ada di polisi, kalau ikut perintah dari Presiden, Kapolri, Menko Polhukam, buka seterang-terang nya, transparan, dan akuntabel,” katanya.

“Sudah ada lampu hijau, atau greenlight dari para petinggi,” jelasnya.

“Sekarang tergantung keyakinan dan analisa dari penyidik saja, apakah akan dibuka sebelum sidang lebih untungkan penyidik, atau akan timbulkan kegaduhan di publik karena perlihatkan hal sadis,” ucapnya lagi.

Namun mereka berharap polisi memperlihatkan rekaman CCTV tersebut kepada mereka dari pihak kuasa hukum.

“Kalau harapan kami. Kami imbau, selaku pelapor, pada saat gelar atau pemeriksaan tambahan, atau agenda lain, bisa perlihatkan CCTV itu,” jelasnya.

“Supaya bisa memastikan, bagaimana sakaratul maut Yoshua,” kata kuasa hukum keluarga Brigadir Joshua, Martin Lukas Simanjuntak soal CCTV vital di TKP tewasnya Brigadir Joshua ini. (ikror/int/pojoksatu)