Ketua IPW Ungkap Kekhawatiran Ferdy Sambo Negosiasi dengan Polri, Minta Publik Cermati Terus Episodenya

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso ungkap kekhawatiran Ferdy Sambo negosiasi dengan Polri (ist)

POJOKSATU.ID, JAKARTAKetua IPW Sugeng Teguh Santoso mengungkap kekhawatiran Ferdy Sambo bernegosiasi dengan Polri. Karena itu Sugeng meminta publik terus mencermati kasus ini.

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) yang akrab disapa STS ini mengaku terus menganalisa perkembangan kasus Ferdy Sambo.

Sugeng Teguh Santoso belum bisa memastikan apakah pada akhirnya Polri akan negosiasi dengan Sambo.

Sugeng juga belum tahu sampai dimana kasus Ferdy Sambo ini akan berhenti nantinya.


Apakah nanti di episoede selanjutnya ada negosiasi atau perundingan antara Irjen Ferdy Sambo dengan Polri.

Baca Juga :

Kasus Pribadi Segitiga Sambo, Putri dan Joshua Berhasil Tarik 83 Polisi Masuk Jurang, Ini Penjelasan IPW

Sugeng pun tidak bisa memprediksi bagaimana kedepannya kasus Irjen Ferdy Sambo itu.

“Terus apakah ada variasi perundingan, jadi kita tunggu saja gimana episode terakhirnya,” tutur Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso, Jumat malam (19/8).

Dia meminta publik untuk terus mencermati kasus pembunuhan Brigadir Joshua di rumah Irjen Ferdy Sambo ini.

“Episodenya ini kan bergulir, kita cermati terus,” ujarnya.

Terkait apakah Ferdy Sambo akan dipecat dari Polri, Sugeng tampak pesimis Sambo bakal dipecat sebagai anggota polisi.

Pasalnya, Sambo salah satu jenderal hebat dan penting yang mempunyai pengaruh besar di tubuh Polri.

Bahkan, saking hebatnya Irjen Ferdy Sambo disebut-sebut memegang kartu penting setiap anggota kepolisian.

Kartu penting yang dimaksud itu adalah rahasia anggota polisi yang nakal. Itu sesuai dengan jabatannya sebagai Kadiv Propam Mabes Polri.

Baca Juga :

IPW Desak Kapolri Ekspos Dugaan Temuan Rp900 Miliar di Rumah Sambo, ‘Ini Kan Tidak Ditolak Polri’

“Sambo ini memegang informasi penting tentang kelakuan buruknya polisi, Jadi kartu penting dimainkan Sambo memang juga ada,” kata Sugeng.

Diketahui, dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Joshua ini, Ferdy Sambo telah berhasil melibatkan 83 polisi.

Dimana sebanyak 35 orang layak direkomendasi untuk penempatan khusus (patsus).

“Sambo melakukan tindak pidana pembunuhan, tapi menarik 83 orang masuk ke dalam jurang. Kasus pribadi antara Ferdy Sambo, istri dan Joshua melibatkan juga beberapa jenderal dan 83 orang,” kata Ketua IPW kepada Pojoksatu.id, Jumat malam (19/8).

“Bukan tidak mungkin akan bertambah lagi,” kata Sugeng lagi.

Menurutnya, 83 orang yang terlibat itu memiliki kualifikasi tinggi di dalam Polri.

“Saya pikir cuma 25, terus bertambah 32, 63 hingga jadi 83 orang sekarang. Ngeri. 83 orang itu secara sadar memahami akibat yang terjadi, jika tindakan meleset, maka masuk jurang,” tegasnya.

“Ada yang dibohongi, ada kena prank, yang taat buka juga ada. Disini kan mereka berkualifikasi tinggi. Pertanyaan saya, siapakah Ferdy Sambo?,” kata Sugeng.

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso menyampaikan posisi penting Ferdy Sambo di tubuh Polri sebagaimana informasi yang dia dapatkan selama ini sehingga muncul kekhawatiran Sambo negosiasi dengan Polri. (mufit/pojoksatu)