Putri Candrawati Tersangka Pembunuhan Brigadir Joshua, Pengacaranya Sudah tak Tahan

Pengacara Putri Candrawati, Arman Hanis minta sidang kasus pembunuhan Brigadir Joshua dipercepat

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pengacara Putri Candrawati, Arman Hanis sudah tak tahan ingin kasus pembunuhan Brigadir Joshua secepatnya disidangkan usai Putri Candrawati tersangka pembunuhan Brigadir Joshua.

Arman Hanis angkat bicara usai penyidik menetapkan Putri Candrawati tersangka pembunuhan Brigadir Joshua.

Penyidik Bareskrim menduga, Putri Candrawati ikut terlihat dalam pembunuhan berencana anggota Brimob asal Jambi itu.

Dengan demikian, istri Ferdy Sambo itu jadi orang kelima yang ditetapkan sebagai tersangka.


Saat dikonfirmasi, Arman Hanis meyakini penyidik pasti memiliki pertimbangan matang saat menetapkan Putri sebagai tersangka.

“Penyidik tentu memiliki pertimbangan tersendiri dalam menetapkan klien kami Ibu PC sebagai tersangka,” kata Arman Hanis, Jumat (19/8/2022).

BACA: Ini Identitas 6 Polisi Halangi Kasus Pembunuhan Brigadir Joshua, Eh…Semuanya Anak Buah Ferdy Sambo

Akan tetapi, ia berharap Polri bisa transparan dan independen dalam penetapan tersangka terhadap kliennya.

Karena itu, ia menginginkan kasus yang menjerat suami-istri itu bisa secepatnya disidangkan.

“Kami berharap seluruh proses dapat segera dilimpahkan ke pengadilan agar segala konstruksi kasus ini dapat diuji dalam proses persidangan,” tandasnya.

Pengacara Kena Prank

Sebelumnya, pengacara Putri Candrawati, Patra M Zen mengaku kena prank istri Ferdy Sambo setelah mengetahui pengakuan kliennya berbeda dengan fakta temuan penyidik.

Ia mengaku mendapat informasi dari kliennya dan Ferdy Sambo bahwa terjadi pelecehan seksual terhadap Putri.

Pengakuannya tersebut terungkap saat sesi wawancara dalam acara talkshow Rosi bersama Rosianna Silalahi di kanal YouTube Kompas TV, Kamis 18 Agustus 2022.

BACA: CCTV Kunci Rumah Ferdy Sambo Duren Tiga Ditemukan, Putri Candrawathi Tak Bisa Mengelak Ikut Pembunuhan

“Jadi, yang mau saya sampaikan ini adalah, saya pun diberikan informasi yang keliru. Kalau bahasa sekarang, ya, kena prank juga, lah,” kata Patra M Zen.

Ia menyatakan, dalam penanganan sebuah perkara, tentu dilandasi saling percaya.

“Ternyata saya juga kena prank, belakangan baru tahu, kan. Baru tahunya apa, ternyata memang tidak ada peristiwa ataupun unsurnya tidak terpenuhi kan, dibilang oleh Bareskrim, begitu,” ucap Patra.

Sebagai pengacara yang diberikan kuasa untuk membela kliennya, Patra harus percaya dengan informasi yang disampaikan Putri.

“Keterangan ini kan juga berdasarkan keterangan Ibu,” jelas Patra.

Belakang Patra baru tahu bahwa informasi yang disampaikan Putri kepadanya keliru dan tidak lengkap.

BACA: Usai Sang Istri Ditetapkan Tersangka, Kini Nasib Ferdy Sambo Bakal Ditendang dari Polri, Sidang Etik Dipercepat

“Memberikan informasi yang keliru lah begitu, tidak lengkap,” beber Patra saat dicecar Rosiana Silalahi.

Rosiana kemudian menanyakan apakah Putri memberikan informasi langsung kepada Patra terkait dugaan pelecehan di Duren Tiga.

Patra menjawab bahwa informasi yang dia dapat merupakan hasil pemeriksaan.

“Pertama saya tahu itu dari membaca berkas. Setelah baca berkas, saya gak tanya lagi, karena saya sudah langsung percaya pada waktu itu,” tandas Patra M Zen. (Ade GP/Rifky/pojoksatu)