Kasus Ferdy Sambo Makin Melebar, MKD DPR Bakal Segera Panggil Mahfud MD, Kompolnas hingga IPW

Putri Candrawati dan Ferdy Sambo

POJOKSATU.id, JAKARTA- Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI berencana akan mengundang Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso dan Menko Polhukam Mahfud MD terkait kasus Ferdy Sambo.

Pemanggilan tersebut berkaitan pernyataan IPW yang menyebutkan DPR kecipratan uang dari Ferdy Sambo.

Demikian disampaikan Wakil Ketua MKD DPR Habiburokhman dalam keterangannya diterima Pojoksatu.id, Kamis (18/8/2022).

“Kami baca di media online Pak Sugeng mengatakan ada informasi soal aliran dana ke DPR,” ujarnya.


Karena itu, MKD DPR akan mendalami informasi soal aliran dana dari Ferdy Sambo yang disebut-sebut mengalir ke DPR.

MKD DPR juga berencana akan memanggil Kompolnas untuk dimintai keterangan.

BACA : Ngeri ! Inilah Identitas Para Jendral yang Terlibat Dalam Pusaran Kekaisaran Sambo dan Konsorsium 303

Habiburrahman mengatay, pemanggilan terhadap Mahfud MD dan Kompolnas iberkaitan dengan pernyataan Mahfud tentang Ferdy Sambo.

Itu yang disebut Mahfud merancang skenario kasus dengan menghubungi Kompolnas hingga anggota DPR RI.

“Kami ingin mendapat informasi apakah ada anggota DPR yang terlibat merancang skenario yang dibuat Ferdy Sambo,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso mendapatkan bocoran informasi soal dugaan mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo mengucurkan uang dengan jumlah banyak kepada sejumlah pihak.

Itu guna memuluskan skenario palsu yang dibuatnya mengenai kematian Brigadir Joshua.

“Jadi saya dapat informasi, ada pengucuran dana besar-besaran. Untuk cipta kondisi, pada skenario FS (Fer) itu diterima semua pihak,” ujar Sugeng, Minggu (14/8/2022).

BACA : Beredar Struktur Kekaisaran Ferdy Sambo dan Konsorsium 303, Ada Nama 7 Jendral di Dalamnya

Hal itu dibuktikan dengan adanya pengakuan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang sempat disodorkan dua amplob tebal diduga berisi uang.

Namun ditegaskan, upaya penyogokan itu ditolak LPSK.

“Jadi memang ada operasi sebar dana,” imbuh Sugeng.

Selain ke LPSK, IPW juga mendapat informasi dugaan dana yang mengalir ke DPR. Namun hal tersebut belum dapat dipastikan.

“Satu ke DPR, ini ada informasi DPR juga mendapatkan. Menjadi pertanyaan seperti Pak Mahfud, Apakah DPR itu dapat guyuran dana? Ini pertanyaan ya, bukan tuduhan. Kenapa DPR diam? Apakah mendapat guyuran dana?” katanya. (muf/pojoksatu)