Deolipa Yumara : Jangan Sampai Kapolri Mendatang LGBT dari Pondasi 303

Deolipa Yumara, mantan pengacara Bharada E

POJOKSATU.id, JAKARTADeolipa Yumara, mantan pengacara Bharada Eliezer alias Bharada E, buka-bukaan soal dugaan adanya lesbian, gay, biseksual, dan transgender atau LGBT dalam kasus Ferdy Sambo.

Deolipa Yumara juga menyinggung kode 303. Ia tak menjelaskan secara rinci apa itu kode 303.

Kendati demikian, warganet mengaitkan kode 303 atau konsorsium judi online dengan Irjen Ferdy Sambo.

Warganet menyebut Ferdy Sambo ikut membekingi judi online 303.


Deolipa Yumara mengingatkan sangat berbahaya jika kapolri mendatang ditopang oleh kode 303.

“Jangan sampai Kapolri masa mendatang adalah LGBT dari pondasinya 303, gila kita satu negara,” ucap Deolipa saat diwawancarai Uya Kuya, dikutip Pojoksatu.id dari kanal YouTube Uya Kuya TV pada Kamis, 18 Agustus 2022.

“Gila satu negara, Kapolrinya LGBT, pondasinya adalah 303, judi kata Rhoma Irama,” tambah Deolipa.

BACA : Nama 6 Jenderal Terseret di Konsorsium 303 Kaisar Sambo dengan Setoran 1,3 Triliun, IPW Desak Kapolri Segera Turun Tangan

Menurut Deolipa, judi online ada di mana-mana, termasuk di Singapura.

“Kalau sekarang sih bukan judi ya. Kalau sekarang itu, online. Judi online, dimana-mana, di Singapura,” kata Deolipa.

Ia menyebut judi juga marak di Medan Sumatera Utara (Sumut).

BACA : Eks Pengacara Bharada E Buka Kode 303 Ferdy Sambo hingga Rekening Mantan Kapolri

Deolipa meminta agar Kapolres Medan dan Kapolda Sumatera Utara gencar memberantas judi.

“Kalau tidak, saya nyanyi tuh di Uya Kuya yang sangat setia sebagai aktivis 98 bareng saya,” kata Deolipa.

“Kapolres, polsek-polsek, saya udah baca ini, judi di Medan ini. Karena judi di Medan ini ada kaitannya dengan Kabareskrim juga,” tandas Deolipa. (one/pojoksatu)