Profil Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso, Kader PSI Pernah Maju Calon Wakil Walikota Bogor

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso

POJOKSATU.id, JAKARTAKetua IPW Sugeng Teguh Santoso merupakan kader PSI yang pernah maju calon wakil walikota Bogor tahun 2018 lalu. Dari profilnya, Sugeng juga pernah caleg DPRD.

Merangkum berbagai sumber, Sekretaris Dewan Kehormatan PERADI ini pernah berpasangan dengan Dadang Iskandar Danubrata dari PDIP sebagai Calon Wakil Walikota Bogor tahun 2018.

Pada bulan Juli 2018, ia bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan maju sebagai calon anggota legislatif atau caleg DPRD Kota Bogor tahun 2019.

Namun dari dua kiprah dunia politik ini, tak satupun yang berhasil.


Ketua PWI Sugeng Teguh Santoso merupakan pria kelahiran Semarang, 13 April 1966.

Baca Juga :

Sugeng Ungkap Pergerakan 20 Pasukan di Luar Kendali Pimpinan Dukung Sambo, Brimob Sampai Tak Ingin Bentrok

Sepak terjangnya di dunia hukum dimulai ketika dia menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Setelah lulus UI, diketahui Sugeng kerap menangani kasus-kasus perkara korupsi di Pengadilan Tipikor.

Salah satunya saat menjadi penasihat hukum Bupati Bogor Rachmat Yasin.

Sugeng juga pernah menjadi penasihat hukum dalam kasus Simon Gunawan Tanjaya, Komisaris PT Kernell Oil, yang didakwa menyuap mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini melalui pelatih golf bernama Deviardi.

Sugeng juga pernah jadi kuasa hukum Ary Muladi, terpidana kasus percobaan suap terhadap pimpinan KPK dan menghalang-halangi penyidikan KPK.

Baca Juga :

Ketua IPW Sebut Putri Candrawati Bisa Dipidana, Pasalnya tak Main-Main

Sugeng juga tercatat sebagai Direktur Eksekutif LBH Keadilan Bogor Raya yang didirikan tahun 2012 untuk membela rakyat miskin dan kaum marjinal.

Direktur Utama Kantor Hukum Sugeng Teguh Santoso ini memiliki pengalaman pahit ketika masih kecil.

Ayahnya yang aktif sebagai aktivis buruh sempat ‘menghilang’ ketika terjadi pergolakan politik tahun 1965.

Beberapa tahun kemudian, ia dan ibunya bisa kembali bersatu dengan sang ayah ketika pergolakan itu mereda dan mereka hijrah ke Jakarta.

Ayahnya yang pernah bekerja dan cukup mapan harus bekerja keras melanjutkan hidup sebagai tukang becak di ibu kota.

Pengalamannya yang pernah digusur membuatnya membulatkan tekad sebagai pengacara pembela rakyat.

Kini Sugeng tercatat sebagai salah seorang pengacara top di Indonesia dan berhasil mendirikan kantor pengacara atas namanya sendiri. (ral/pojoksatu)