Jelang Pendaftaran PPPK 2022 Dibuka, Honorer Minta Syarat Honorarium Dihapus

Pendaftaran PPPK 2022 dibuka
Ilustrasi pendaftaran PPPK 2022

POJOKSATU.id, JAKARTA – Jelang pendaftaran PPPK 2022 dibuka, tenaga honorer meminta agar syarat untuk ikut seleksi PPPK ditinjau kembali.

Salah satu syarat honorer ikut pendaftaran PPPK 2022 yakni honorarium selama menjadi pegawai honorer berumber dari APBN atau APBD.

Persyaratan ini dianggap memberatkan lantaran kebanyakan guru honorer non-ASN kebanyakan dibiayai Dana Opersaional Sekolah (BOS).

Ketua Tenaga Kependidikan (Tendik) Nasional Forum Honorer Nonkategori Dua Indonesia (FHNK2I) Sutrisno meminta syarat tersebut ditinjua kembali.


Jika syarat itu tidak dihapus, Sutrisno khawatir banyak honorer non-K2 yang tidak akan masuk dalam pendataan honorer 2022.

BACA : Kapan Pendaftaran PPPK 2022 Dibuka ? Ini Jawaban BKN

Dampaknya, mereka akan mengalami hambatan saat pendaftaran PPPK 2022 karena statusnya sebagai pegawai honorer hilang.

“Kami telah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Banyumas, meminta agar syarat pendataan lebih dipermudah,” kata Sutrisno, dilansir Pojoksatu.id dari JPNN.com, Selasa (16/8)

Sutrisno mengungkapkan cukup banyak honorer non-K2 yang terganjal dengan sejumlah persyaratan pendataan tenaga non-ASN.

Honorer non-K2 berbeda dengan K2 yang sudah terdata di Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Dalam pertemuan tersebut, Sutrisno juga meminta agar honorer non-K2 bisa dibuatkan database seperti K2 oleh BKN.

BACA : Link Pendaftaran PPPK 2022 dan Tahapan Seleksi Tahap 3 Guru

Menurutnya, database perbua dibuat karena honorer non-K2 guru, khususnya honorer tendik kebanyakan mendapat honor dari dana bantuan operasional sekolah (BOS).

“Ada yang dari APBD, tetapi honorariumnya diambilkan dari pos belanja barang dan jasa,” ujarnya.

Atas nama honorer non-K2, Sutrisno meminta agar ada pendataan bagi tendik yang berijazah rata-rata SMP.

FHNK2I juga meminta kepada Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), BKN, dan Komisi X DPR RI untuk membuat regulasi agar pendidik dan tenaga kependidikan bisa Ikut rekrutmen PPPK dengan verivikasi berkas yang sudah di-upload.

“Ini agar usulan 1 juta PPPK untuk pendidik dan tenaga kependidikan bisa terlaksana di tahun 2022-2024,” pungkas Sutrisno.

BACA : Kriteria Honorer Bisa Ikut Seleksi PPPK 2022 dan Persyaratan yang Harus Dipenuhi

Diketahui, kriteria pegawai honorer bisa ikut seleksi PPPK 2022 tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menpan RB Nomor B/1511/M.SM.01.00/2022 yang diterbitkan pada 22 Juli 2022.

Dalam SE tersebut tercantum syarat dan ketentuan tenaga honorer bisa ikut seleksi PPPK, antara lain:

1. Berstatus tenaga honorer kategori II (THK-II) yang terdaftar dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan pegawai non-ASN yang telah bekerja pada instansi pemerintah.

2. Mendapatkan honorarium atau upah dengan mekanisme pembayaran langsung dari APBN untuk instansi pusat dan APBD untuk instansi daerah. Ketentuan ini, tidak berlaku bagi tenaga honorer yang mendapat honorarium melalui mekanisme pengadaan barang dan jasa, baik individu maupun pihak ketiga.

3. Diangkat paling rendah oleh pimpinan unit kerja.

4. Telah bekerja paling singkat satu tahun pada 31 Desember 2021.

5. Berusia paling rendah 20 tahun dan paling tinggi 56 tahun pada 31 Desember 2021. (one/pojoksatu)