LPSK Sebut Putri Chandrawathi Mengalami Gangguan Mental, Kamaruddin : Dia Waras, Cuma Dibuat-buat Aja

Kamaruddin Simanjuntak pengacara keluarga Brigadir Joshua (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA- Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyebut istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi diduga mengalami gejala gangguan kesehatan jiwa dan mental setelah melakukan pemeriksaan medis 9 Agustus 2022 lalu

Menanggapi hal itu, pengacara keluarga Brigadir Nofryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak menilai dugaan Putri mengalami gangguan mental, hanya rekayasa belaka.

“Itu dibuat-buat gangguan jiwa. Bukan gangguan jiwa,” kata Kamaruddin di Bareskrim Polri, Rabu (16/8).

Menurut Kamaruddin, dugaan Putri hanya sekadar rekayasa mengalami gangguan mental karena masih bisa menjenguk sang suami, Ferdy Sambo di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, beberapa waktu lalu.


“Buktinya, dia (Putri, red) waras. Suaminya dimasukkan ke Mako Brimob, dia datang, waras,” kata Kamaruddin.

Kamaruddin juga menuding saat Putri Candrawathi menyuap anak buahnya masih waras. “Dia (Putri, red) menyuap atau diduga menyuap anak buahnya waras.

BACA : Benar-benar Sadis ! Bukan Cuma Nyawa yang Dihabisi, 4 Rekening dan Barang Milik Brigadir Joshua Juga Dirampok Ferdy Sambo, Uang 200 Juta Raib

Kenapa setelah saya lapor ke polisi, jadi gangguan jiwa. Nah ini, kan, gangguan jiwa yang bisa saja dibuat-buat atau diskenariokan,” tutur Kamaruddin Simanjuntak.

Pada kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo menjadi tersangka bersama Bharada Elizier, Bripka Rizky Rizal, dan Kuat M.

FS, RR, dan KM dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP. Bharada E dijerat Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan 56 KUHP. (dhe/pojoksatu/jpnn)