Ferdy Sambo Dijuluki Dewa Polisi, Benar Kata Rocky Gerung : Pembuat Hoax Terbaik Adalah Penguasa

Johnson Panjaitan di ILC Karni Ilyas
Johnson Panjaitan di ILC. (Tangkapan layar video Indonesia Lawyers Club).

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kuasa hukum keluarga Brigadir Joshua Hutabarat, Johnson Panjaitan menyoroti pembuat dan penyebar hoax pembunuhan Brigadir Joshua Hutabarat.

Pembuat dan penyebar hoax pembunuhan Brigadir Joshua menjadi sorotan publik karena melibatkan mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo.

Padahal menurut Johnson Panjaitan, Kadiv Propam Polri adalah polisinya polisi. Ia dijuliki dewa polisi.

Propam Polri memiliki fungsi sebagai penegak disiplin dan ketertiban di lingkungan Polri.


Selain itu, Propam juga bertugas melayani aduan masyarakat tentang tindakan anggota Polri.

Irjen Sambo sebagai dewa polisi seharusnya menegakkan disiplin di lingkungan Polri, tapi dia justru melakukan tindak pidana yang merugikan institusi Polri.

BACA : Rekayasa Kasus Pembunuhan Brigadir Josua Buyar, Ferdy Sambo Disebut Kena Karma KM 50

Ferdy Sambo tidak hanya melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap anggota Polri, tapi juga menciptakan hoax luar biasa dan melibatkan banyak polisi, termasuk beberapa perwira tinggi.

Hoax pembunuhan Brigadir Joshua yang dibuat Ferdy Sambo turut melibatkan penasihat Kapolri, Kapolres  Jakarta Selatan, hingga Karo Penmas.

“Hoax ini terkonfirmasi dengan penjelasan Kapolri,” ujar Johnson Panjaitan, dikutip Pojoksatu.id dari kanal YouTube Indonesia Lawyers Club, Selasa (16/8).

Menurut Johnson Panjaitan, hoax itu disampaikan secara terbuka oleh pejabat Polri pada 11 Juli 2022.

“Hoax ini ternyata bukan hanya melalui media sosial, tapi institusi ini (Polri) terlibat mengumumkan, bahkan berlapis-lapis, mulai dari Kapolresnya, Karo Penmasnya,” ucap Johnson Panjaitan.

BACA : Ramai Isu Ferdy Sambo Bandar Judi 303, Mahfud MD Bilang Begini

Dan yang lebih menyedihkan, kata Johnson, adalah keterlibatan Penasihat Kapolri, Fahmi Alamsyah

“Penasihat Kapolri itu sudah bicara dan mengundurkan diri, tapi kerusakan yang dia ciptakan luar biasa,” Johnson.

Menurut Johnson, seluruh rakyat Indonesia yang mengikuti berita pembunuhan Brigadir Joshua dari awal termakan hoax yang dibuat oleh Ferdy Sambo dan kelompoknya.

“Ini peristiwa besar yang korbannya banyak sekali. Memang (korbannya) tidak berdarah-darah, tapi kerusakannya sangat luar biasa,” beber Johnson.

BACA : Timsus Polri Geledah Rumah Milik Ferdy Sambo di Magelang, Begini Kesaksian Ketua RT

Johnson heran dengan kelakuan orang pintar yang memiliki pangkat sangat tinggi di kepolisian justru menciptakan hoax yang dapat menghancurkan marwah Polri.

“Bagaimana ada kelompok-kelompok orang pintar, bahkan polisinya polisi, dewanya polisi, justru melakukan kegiatan-kegiatan yang menghancurkan institusi kita dan negara ini,” tegas Johnson.

Ia mengajak semua pihak untuk melakukan konsolidasi, khususnya di internal Polri agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

“Karena pertaruhannya ini bukan hanya kasus Brigadir Joshua. Ini kasusnya sudah semakin berat akibat ulah orang-orang yang kita percaya untuk menunaikan tugas, tetapi justru melakukan tindak pidana yang menghancurkan institusi, kewibawaan proses penegakan hukum kita dan negara ini,” tandas Johnson.

Pembuat Hoax Terbaik Adalah Penguasa

Jika berkaca pada kasus hoax pembunuhan Brigadir Joshua yang diotaki Ferdy Sambo, maka benarlah pernyataan filsuf Rocky Gerung bahwa pembuat hoax terbaik adalah penguasa.

Ucapan “pembuat hoax terbaik adalah penguasa” disampaikan Rocky Gerung lima tahun lalu, saat tampil dalam acara Indonesian Lawyer Club (ILC) di TV One, Selasa malam, 17 Januari 2017.

“Pembuat hoax terbaik adalah penguasa, karena mereka memiliki seluruh peralatan untuk berbohong. Intelijen dia punya, data statistik dia punya, media dia punya. Orang marah, tapi ya itu faktanya,” ujar Rocky Gerung.

Rocky Gerung mengkritik sikap pemerintah Jokowi dalam memerangi berita hoax.

Menurut Rocky, jika rezim penguasa terus-menerus mengendalikan kebenaran, berarti ada kebohongan yang hendak disembunyikan.

“Hanya pemerintah yang mampu berbohong secara sempurna. Saya tidak ingin dia berbohong, tapi potensily dia bisa melakukan itu,” tegas Rocky.

Pernyataan Rocky Gerung kala itu sempat menuai pro kontra, bahkan mendapat kritikan keras dari kelompok pendukung pemerintah.

Kini, ucapan Rocky Gerung tersebut telah terbukti kebenarannya. Masyarakat pun mulai menduga, jangan-jangan selama ini banyak kebohongan yang disembunyikan dalam menangani perkara, tapi tidak pernah terungkap ke publik. (one/pojoksatu)