Edan Gila, Polisi Terseret Ferdy Sambo Makin Banyak, Bisa jadi Pasukan dong Jumlahnya

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Jumlah polisi yang diperiksa terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir Joshua yang diotaki Ferdy Sambo semakin bertambah.

Sampai dengan hari ini, sudah 63 polisi diperiksa terkait kasus pembunuhan Brigadir Joshua.

Saat ini, 63 polisi terseret skenaria super jahat mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo itu terus diperiksa Inspektorat Khusus (Itsus) Polri.

Pemeriksaan ini dilakukan karena diduga ada polisi yang sengaja melakukan pelanggaran kode etik penanganan kasus pembunuhan Brigadir Joshua.


Update jumlah polisi terseret Ferdy Sambo itu disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, Senin (15/8/2022).

BACA: Konon Kabareskrim Sudah Setuju Putri Candrawati Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

“Total sementara terperiksa 63 polisi,” kata Irjen Dedi.

Sementara, jumlah polisi yang diduga kuat telah melanggar kode etik sudah berjumlah 35 orang.

“Ya, betul (35 orang) info terakhir dari Itsus,” tambah jenderal kelahiran Madiun, Jawa Timur itu.

Sementara, jumlah polisi yang sudah diamankan dan ditempatkan di tempat khusus (patsus), hingga kini berjumlah 19 orang.

BACA: Benar-benar Sadis ! Bukan Cuma Nyawa yang Dihabisi, 4 Rekening dan Barang Milik Brigadir Joshua Juga Dirampok Ferdy Sambo, Uang 200 Juta Raib

Sampai saat ini, sudah ada empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir Joshua.

Keempat tersangka itu, yakni Brigadir E atau Bharada Eliezer.

Selanjutnya Brigadir RR atau Brigadir Rizki Rizal dan Kuwat Ma’ruf yang merupakan sopir pribadir Putri Candrawati.

Kemudian mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo yang berperan sebagai otak sekaligus pembuat skenario pembunuhan Brigadir Joshua.

BACA: Kamaruddin: Ferdy Sambo Punya Kelainan Jiwa, Yang Mengancam Bakal Sebar Aib Kan Istrinya, Kok Jadi Brigadir Joshua yang Jadi Kambing Hitam ?

Keempatnya dijerat pasal pembunuhan berencana, Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Dengan pasal tersebut, keempatnya terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun penjara. (ruh/pojoksatu)