Surya Darmadi Terduga Koruptor Rp78 Triliun Ditahan Kejagung 20 Hari Ke Depan, Ternyata Juga Buronan KPK

Tersangka Surya Darmadi tiba di Kejagung dan ditahan 20 hari ke depan (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Terduga koruptor Rp78 triliun Surya Darmadi ditahan Kejagung selama 20 hari ke depan. Surya Darmadi merupakan bos PT Duta Palma yang bergerak di bidang kelapa sawit.

Kejagung menahan tersangka Surya Darmadi hingga 20 hari ke depan.

“Hari ini kita sedang melakukan pemeriksaan atas Tersangka SD dan kami akan melakukan penahanan untuk 20 hari,” kata Jaksa Agung ST Burhanuddin saat jumpa pers di kantornya, Senin (15/8/2022).

Kejagung telah menjemput Surya Darmadi di Bandara Soekarno-Hatta pada Senin siang.


Setelah itu, Surya Darmadi langsung dibawa ke gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung.

Baca Juga :

Terduga Koruptor Rp78 Triliun Surya Darmadi Lari ke Singapura, Ini Upaya Kejagung Pulangkan ke Indonesia

Surya Darmadi tiba di gedung Jampidsus sekitar pukul 13.55 WIB di Jakarta Selatan.

Dia tampak mengenakan kemeja putih panjang dan bermasker.

Surya Darmadi langsung dibawa ke dalam gedung bundar Jampidsus tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Tampak dia juga didampingi pengacaranya.

Pengacara Surya Darmadi, Juniver Girsang, mengatakan kliennya akan mengikuti semua proses hukum di kejaksaan ataupun penegak hukum lain.

“Ada informasi mengatakan dia kabur, itu tidak benar. Terbukti setelah dipanggil, kemudian berkoordinasi dengan kami, dan kemudian kami imbau untuk hadir untuk membela dirinya,” kata Juniver.

Sebelumnya, Penyidik Kejagung diketahui sebelumnya telah mengirimkan surat panggilan ke 3 alamat tersangka kasus PT Duta Palma, Surya Darmadi.

Baca Juga :

Estimasi Kerugian Negara Tembus Rp78 Triliun, Kejagung Tetapkan Mantan Bupati Inhu dan Temannya Jadi Tersangka

Penyidik juga mengirim surat panggilan ke alamat Surya Darmadi di Singapura, tapi hasilnya nihil.

“Beberapa kali dilakukan pemanggilan secara patut oleh Tim Jaksa Penyidik secara patut sebanyak 3 kali,” ujar Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana dalam keterangannya, Selasa (9/8).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Pojoksatu.id, Surya Darmadi merupakan DPO di KPK.

Surya Darmadi ditetapkan sebagai tersangka KPK pada 2019 dalam kapasitas sebagai Pemilik PT Darmex Group atau PT Duta Palma.

Anak buah Surya Darmadi juga ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini, yakni Suheri Terta, Legal Manager PT DUta Palma Group tahun 2014.

Keduanya diduga terlibat dalam kasus suap terkait pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau pada Kementerian Kehutanan pada 2014.

Kasus ini berawal dari OTT KPK pada Kamis, 25 September 2014, terhadap Annas Maamun sebagai Gubernur Riau saat itu dan Gulat Medali Emas Manurung sebagai Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Riau.

Baik Annas maupun Gulat Manurung telah divonis bersalah hingga putusannya berkekuatan hukum tetap dalam kasus suap ini.

Tersangka Surya Darmadi merupakan buronan KPK dan berstatus DPO. (ral/pojoksatu)