Mahfud MD Was-was Soal Racun, Minta AC Penjara Bharada Eliezer dan Kiriman Ortu Diperiksa Ketat

Mahfud MD, Menko Polhukam
Mahfud MD

POJOKSATU.id, JAKARTA — Bharada Eliezer atau Bharada E saat ini ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua Depok. Mahfud MD mengungkap kekhawatiran soal racun dan meminta AC penjara dijaga.

Permintaan Mahfud MD agar AC penjara Bharada Eliezer serta makanan atau barang kiriman dari ortu Bharada E dijaga ketat, disampaikan di podcast Deddy Corbuzier seperti dilihat Sabtu (13/8).

Deddy Corbuzier menanyakan kepada Menko Polhukam Mahfud MD mengenai keselamatan Bharada Eliezer yang menjadi saksi kunci tewasnya Brigadir Joshua di rumah Ferdy Sambo di Duren Tiga.

Mahfud MD mengatakan, dia sudah berkomunikasi dengan Kabareskim Komjen Agus Andrianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengenai keselamatan Bharada Eliezer di penjara Mako Brimob Kelapa Dua Depok.


“Saya sudah komunikasi supaya keamanannya dijamin, makanannya dijaga, AC juga dijaga supaya nggak ada racun masuk lewat situ,” kata Mahfud MD.

Baca juga :

Mahfud MD Bongkar Kelakuan Ferdy Sambo yang Bikin Kompolnas dan Anggota DPR Pangling

“Jangan ada yang berani neror dan sebagainya, menaruh barang dibilang kiriman orang tua,” lanjut Mahfud MD.

Dijelaskan bahwa Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengaku dipersulit saat ingin bertemu dengan Bharada Eliezer.

Namun Mahfud MD justru setuju dengan keputusan Polri untuk membatasi hubungan Bharada Eliezer dengan orang luar.

Tetapi Mahfud MD juga meminta kepada Polri untuk memperbolehkan LPSK untuk bertemu dengan Bharada Eliezer melalui mekanisme yang ketat.

Baca Juga :

Saat-saat Terakhir Brigadir Joshua Terkuak, Ternyata Lagi Santai di Taman Rumah, Tiba-tiba Dipanggil Ferdy Sambo

Sementara Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, mengatakan saat ini Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada Eliezer sudah di tahan di Mako Brimob, Depok.

Hal ini yang kemudian menjadi alasan mengapa Komnas HAM melakukan pemeriksaan lanjutan kepada Bharada Eliezer di Mako Brimob, yang dijadwalkan pukul 15.00 WIB, Jumat.

“Karena dia tahanan di Mako,” kata Taufan saat dihubungi wartawan, Jumat (12/8). (ral/pojoksatu)