Mahfud MD Buka-bukaan Soal Ferdy Sambo, Motif Agak Resmi Pembunuhan Malah Gara-gara Pemerkosaan di Satu Tempat

Mahfud MD
Mahfud MD

POJOKSATU.id, JAKARTA— Menko Polhukam Mahfud MD buka-bukaan di podcast Deddy Corbuzier bahwa motif agak resmi pembunuhan Brigadir Joshua oleh Ferdy Sambo karena gara-gara pemerkosaan di satu tempat.

Mahfud MD menyebut ada beberapa motif pembunuhan Brigadir Joshua oleh otak pelaku Ferdy Sambo yang beredar di masyarakat.

“Yang pertama kan motif pelecehan seksual. Kedua, perselingkuhan empat segi. Motif agak resmi malah perkosaan di satu tempat sehingga terjadilah rencana pembunuhan,” jelas Mahfud MD di podcast Deddy Corbuzier seperti dilihat Sabtu (13/8).

Mahfud MD juga menyiratkan bahwa peristiwa yang terjadi setelah pembunuhan tak kalah mengerikan. Namun sampai saat ini belum dibuka ke publik.


“Sampai sekarang kan belum ada yang tahu apa yang terjadi di Jumat sore (8/7) sampai Senin sore. Di tempat itu dan orang-orang itu ke mana. Nanti biar diungkap di pengadilan,” jelas Mahfud.

“Itu ndak ada yang tahu sampai sekarang. Komnas HAM saya tanya ndak tahu,” tambahnya.

Baca Juga :

Mahfud MD Was-was Soal Racun, Minta AC Penjara Bharada Eliezer dan Kiriman Ortu Diperiksa Ketat

Mahfud menyatakan Komnas HAM sulit mengorek informasi dari Ferdy Sambo maupun istrinya, Putri Candrawathi.

Irjen Ferdy Sambo baru bisa disentuh setelah Polri membentuk Tim Khusus (Timsus) yang diketaui oleh Wakapolri, Komjen Gatot Eddy Pramono.

“Komnas HAM sulit memeriksa Sambo, memeriksa istrinya, ndak bisa disentuh kan kala itu. Kan baru sesudah dibentuk Timsus baru bisa disentuh. Itu pun tidak langsung,” katanya.

“Nah yang begini ini saya kawal. Orang bilang saya ikut campur, saya ndak ikut campur ke pro justitianya,” tandas Mahfud MD.

Terkait peristiwa pembunuhan Brigadir Joshua di rumah Ferdy Sambo ini, anggota Kompolnas 10 tahun lalu pun memberikan bocoran atau informasi ke Mahfud MD.

Bahwa Ferdy Sambo sekitar 10 tahun lalu atau tahun 2012 sudah pernah dipanggil Kompolnas karena kasus tertentu.

“Kompolnas 10 tahun lalu pun ada yang melapor ke saya. Dia pernah periksa Ferdy Sambo. Track record-nya pasti banyaklah,” katanya. (ral/pojoksatu)