Keluarga Bharada Eliezer Akhirnya Muncul ke Publik, Langsung Minta Pertolongan Jokowi dan Mahfud MD

Bharada Eliezer dan pamannya Roy Pudihang, mereka meminta perlindungan Jokowi dan Mahfud MD (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTAKeluarga Bharada Eliezer akhirnya muncul ke publik. Langsung minta pertolongan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Mahfud MD.

Keluarga Bharada Eliezer muncul ke publik, tak hanya minta tolong kepada Jokowi, keluarga Bharada Eliezer juga meminta pertolongan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit dan Menko Polhukam Mahfud MD.

Permintaan itu disampaikan oleh paman Bharada Eliezer yakni Roy Pudihang kepada wartawan, Selasa (9/8/2022).

“Kami memohon kepada Bapak Presiden Jokowi, Bapak Kapolri dan Menko Polhukam supaya masalah ini cepat selesai,” ujarnya.


Ia berharap Presiden Jokowi, Menko Polhukam Mahfud MD dan Kapolri Jenderal Sigit dapat menolong mereka agar kasus Bharada Eliezer cepat selesai.

Baca Juga :

Jokowi Kembali ‘Marahi’ Kapolri Soal Brigadir Joshua, Jangan Ragu-ragu Ungkap Kebenaran Apa Adanya

Paman Bharada Eliezer itu juga memohon agar keponakannya ini dapat dilindungi oleh Presiden Jokowi.

“Saya selaku keluarga juga kami masyarakat Sulawesi Utara, orang Manado, meminta pertolongan perlindungan Bharada Eliezer,” ujarnya.

Sebelumnya, Bharada Eliezer atau yang dikenal dengan Bharada E telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penembakan Brigadir Yoshua.

Sementara itu, Pengacara Bharada Eliezer, Deolipa Yumara yang pengacara baru Bharada Eliezer membuat pengakuan blak-blakkan.

Baca Juga :

Usai Ada ‘Mabes dalam Mabes Polri’, Mahfud Kini Ungkap Ada Geng Pelaku Pembunuh Brigadir Joshua, Geng Ferdy Sambo?

Ia menyebutkan, bahwa kliennya Bharada Eliezer menembak Brigader Joshua karena mendapat perintah dari atasannya.

Hal tersebut diutarakan Brahada Elizer kepada penyidik Mabes Polri saat dilakukan pemeriksaan.

Pengakuan melakukan tindak pidana pembunuhan itu sudah tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Bharada Elizer.

“Ya, dia diperintah oleh atasannya, perintahnya, ya, untuk melakukan tindak pidana pembunuhan,” kata Deolipa kepada wartawan. (muf/pojoksatu)