Tak Ada Nama Kapolres Jaksel di TR Kapolri, Benarkah Ditahan Bersama 4 Anggota Polisi yang Ikut Merekayasa Kematian Brigadir Joshua ?

Mobil Inafis Mabes Polri melintas di depan rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo usai olah TKP. Foto: Jawa Pos

POJOKSATU.id, JAKARTA- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mencopot 10 pejabat Polri terkait adanya keterlibatan atas kematian Brigadir Joshua serta adanya rekayasa dalam kasus Brigadir Joshua.


10 anggota Polri yang dicopot itu termasuk di dalamnya Irjen Ferdy Sambo dan dua jendral bintang satu.

Sementara ada lima perwira Polri lainnya dimutasi yang merupakan pejabat pengganti posisi yang ditinggalkan perwira bermasalah.


Namun dalam pencopotan kali ini, tak ada nama Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol. Budhi Herdi Susianto dalam Surat Telegram Kapolri nomor ST/1628/VIII/KEP/2022 tertanggal 4 Agustus 2022.

Padahal Kombes Budhi Herdi sendiri sudah lebih dulu dinonaktifkan dari jabatannya terkait kasus meninggalnya Brigadir J.

Sementara itu dalam dugaan rekayasa penyelidikan penyebab kematian Brigadir Joshua, ada 4 anggota polisi ditempatkan di tempat khusus alias ditahan selama 30 hari kedepan.

BACA : Mengejutkan, Komnas HAM Ungkap Ada Upaya Pihak Tertentu Menumbalkan Bharada Eliezer

Keempat anggota polisi itu di antaranya tiga berasal dari anggota Polres Jakarta Selatan dan satu dari Polda Metro Jaya.

“Malam ini ada empat orang yang kita tempatkan di tempat khusus selama 30 hari,” kata Kapolri Listyo Sigit dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Kamis (4/8).

Jendral Sigit tak membeberkan secara detail identitas tiga anggota Polres Jaksel yang dicopot tersebut.

Hanya saja dari Telegram Kapolri, dua di antara anggota Polres Jaksel yang dimutasi itu yakni Kasatreskrim Polres Metro Jaksel AKBP Ridwan Rhekynellson Soplanit dan Kanit 1 Satreskrim Polres Metro Jaksel AKP Rifaizal Samual.

Keduanya dimutasi sebagai Perwira Menengah Pelayanan Markas Polri atau Pamen Yanma Polri dan Perwira Pertama (Pama) Yanma Polri.

“25 personel ini kita periksa terkait dengan ketidakprofesionalan dalam penanganan TKP, dan juga kita anggap membuat proses olah TKP,” tegas Kapolri. (fir/pojoksatu)