Pengacara Sebut Bisa Jadi Bharada Eliezer Bukan Pelaku Pembunuh Brigadir Joshua, lalu Siapa ?

Pengacara Bharada Eliezer, Andreas Nahot Silitonga. Foto JPNN

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pengacara Bharada Eliezer, Andreas Nahot Silitonga menyebut, bisa jadi Bharada Eliezer bukan pelaku pembunuh Brigadir Joshua.


Pernyataan itu menanggapi penetapan Bharada Eliezer tersangka pembunuh Brigadir Joshua dengan jeratan Pasal 338 Juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Dengan pasal tersebut, Bharada Eliezer diduga turut serta atau membantu terjadinya kejahatan penghilangan nyawa seseorang.


Andreas menegaskan, tidak ada pihak yang berusaha menutup-nutupi kasus pembunuhan Brigadir Joshua.

Hal itu bahkan sudah ia pastikan langsung kepada kliennya berulang-ulang.

“Saya nanyanya juga berulang-ulang kali. Dia (Bharada Eliezer) menjelaskannya juga berulang-ulang kali. Yang saya lihat sangat konsisten,” kata Andreas, Jumat (5/8/2022), dikutip PojokSatu.id dari JPNN.com.

BACA: Ada yang Tepuk Tangan Kapolri ‘Tendang’ Ferdy Sambo Cs, Good Job

Andreas juga tidak tahu kaitan mutasi Ferdy Sambo dan sejumlah anak buanya dengan penetapan tersangka Bharada Eliezer.

Demikian juga terkait isu adanya rekayasa dalam kasus penembakan yang terjadi di rumah dinas mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo itu.

Menurutnya, dirinya tidak memiliki kapasitas untuk memastikan soal hal dugaan rekayasa itu.

“Apakah penanganan kasus ini termasuk dengan rekayasa kejadian juga saya enggak tahu. Bukan bagian saya, bagian polisi,” ujar Andreas.

Hanya saja, Andreas kembali menekankan bahwa tidak ada pihak lain yang terlibat dalam penembakan yang menewaskan Brigadir Joshua itu.

Lalu, bagaimana jika ternyata nantinya terbukti ada rekayasa?

BACA: Sulit Mengelak, Komnas HAM Dapat Foto sampai Percakapan dari 10 HP Terkait Kematian Brigadir Joshua

“(Kalau) Ternyata nanti terungkap ada konspirasi, berarti tugas kami selesai,” ucapnya.

Akan tetapi, sambungnya, hal itu malah membuktikan bahwa Bharada Eliezer tidak bersalah.

“Berarti bukan dia (Bharada E) pembunuhnya,” tegas Andreas.

Andreas juga mengaku tak terima jika kliennya dianggap dijadikan tumbal oleh pihak tertentu.

Sebaliknya, ia menantang pihak manapun agar membuktikan dan tidak asal berbicara.

“Kalau misalnya dibilang cuma tumbal, silakan dibuktikan, lah,” kata Andreas.

BACA: Akhirnya 10 HP ‘Bersaksi’, Terbongkar Sudah Misteri Tewasnya Brigadir Joshua

Karena itu, Andreas meminta publik tak menganggap serius isu-isu liar yang ditujuan terhadap Bharada Eliezer.

Dia juga meminta masyarakat memahami kondisi kliennya.

“Bharada E ini manusia juga, punya keluarga. Artinya, kami sangat prihatin apa yang sudah terjadi kepada Brigadir J,” ujarnya.

Andreas pun menekankan kepada siapapun yang menyebut Bharada Eliezer tumbal kasus kamatian Brigadir Joshua agar tidak cuma sekedar koar-koar.

“Saya menanggapinya dengan silakan yang berkomentar itu membuktikannya,” tantangnya.

BACA: Fakta tak Terbantahkan, Tidak Ada Saksi Lihat Brigadir Joshua Todong dan Lecehkan Istri Ferdy Sambo

Namun jika tudingan itu tak bisa dibuktikan, ia meminta pihak-pihak tersebut tak usah membuat pernyataan sesat yang malah akan membuat malu.

“Kalau misalnya tidak bisa dibuktikan, enggak usah bikin pernyataan serupa. Karena nanti malunya bisa dobel,” pungkasnya. (ruh/pojoksatu)