Akhirnya Irjen Ferdy Sambo Ditahan Terkait Kasus Brigadir Josua

Irjen Ferdy Sambo penyidik diperiksa Bareskrim Polri
Irjen Ferdy Sambo penyidik diperiksa Bareskrim Polri. (Dok JPNN)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo ditahan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.


Irjen Ferdy Sambo ditahan terkait kasus kematian Brigadir Josua Hutabarat alias Brigadir J.

Ferdy Sambo ditahan di Rutan Mako Brimob selama 20 hari ke depan.


“Untuk pastinya menunggu rilis Polri saja. Tapi yang jelas, sejak malam ini, mantan Kadiv Propam ditahan di Rutan Brimob Kelapa Dua,” kata sumber JawaPos.com di internal Polri, Sabtu (6/8) malam.

Ferdy diduga telah melakukan pelanggaran kode etik dalam perkara ini.

“Dia diduga kuat melakukan pelanggaran kode etik. Bertindak tak profesional dalam kaitan dengan perusakan TKP dan barang bukti,” ucap sumber tersebut.

BACA : Mengejutkan, Puluhan Anggota Brimob Bersenjata Laras Panjang Datangi Bareskrim, Diduga Terkait Bharada Eliezer dan Brigadir Joshua

Sementara itu, JawaPos.com telah berusaha meminta konfirmasi kepada Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo terkait penangkapan ini. Namun, sampai berita diterbitkan yang bersangkutan tidak memberikan respon.

JawaPos.com juga menghubungi pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak dan Patra M Zen selaku pengacara istri Ferdy Sambo untuk menanyakan apakah sudah mendengar terkait penangkapan ini. Keduanya belum ada yang memberika respon.

Sebelumnya, Penyidik Bareskrim Polri resmi menetapkan Bharada Eliezer alias Bharada E sebagai tersangka tewasnya Brigadir Josua Hutabarat alias Brigadir J.

Bharada Eliezer diketahui sebagai penembak langsung Brigadir Josua Hutabarat.

“Penyidik sudah melakukan gelar perkara dan pemeriksaan saksi sudah kita anggap cukup untuk menetapkan Bharada E sebagai tersangka,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (3/8).

BACA : Pengacara Brigadir Joshua Sindir Kapolri, Kalau Polisi Hilangkan Barangbukti Ya Jadikan Tersangka, Kejahatan Kok Cuma Dicopot

Andi menuturkan, Bharada E disangkakan melanggar Pasal 338 Juncto Pasal 55 dan Pasal 56 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Dalam kasus ini, penyidik telah memeriksa 42 saksi termasuk Irjen Ferdy Samso dan beberapa saksi ahli.

Penyidik juga telah melakukan uji balistik, termasuk telah menyita sejumlah barang bukti. Seperti alat komunikasi, CCTV, dan lainnya.

“Dari hasil penyidikan tersebut pada malam ini penyidik sudah melakukan gelar perkara, dan pemeriksaan saksi juga sudah kita anggap cukup,” jelas Andi. (jawapos)