Jadwal Seleksi PPPK 2022 Belum Jelas, Daerah Ini Sudah Siapkan Formasi PPPK 2023

Seleksi PPPK 2022
Ilustrasi seleksi PPPK 2022

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pemerintah belum menetapkan jadwal seleksi PPPK 2022. Kabarnya, pendaftaran PPPK 2022 molor lantaran harus menunggu pendataan honorer yang dijadwalkan selesai pada 30 September 2022.


Kendati jadwal seleksi PPPK 2022 belum jelas, beberapa daerah sudah menyusun formasi PPPK 2023.

Salah satu daerah yang telah menyiapkan formasi PPPK 2023 adalah Kabupaten, Jawa Tengah.


Pemerintah Kabupaten Batang mencatat, hingga tahun 2023 sebanyak 1.600 guru Wiyata Bakti (WB) akan diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang, M. Arif Rohman menyampaikan, pengangkatan guru WB menjadi PPPK sudah sesuai Permenpan-RB Nomor 20 Tahun 2022.

BACA : Lengkap, Daftar Formasi PPPK 2022 Kabupaten Dan Kota Seluruh Indonesia

Menurut Arif Rohman, 1.600 guru WB di Batang telah memenuhi beberapa persyaratan, yakni sudah masuk dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan memiliki masa kerja minimal tiga tahun.

Menurut Arif, formasi PPPK 2022 Kabupaten Batang yang telah diajukan ke pemerintah pusat sebanyak 815 orang.

Sedangkan untuk formasi PPPK 2023 akan diusulkan sebanyak 800 orang.

Diharapkan 1.600 guru di Batang akan terangkat menjadi PPPK 2022 dan PPPK 2023 mendatang.

“Tahun ini formasi PPPK ada 815 untuk guru SD dan SMP. Dan diupayakan tahun 2023 akan ada 800 formasi lagi, supaya bisa menyelesaikan bagi mereka yang belum terangkat tahun ini,” ujar Arif, dikutip Pojoksatu.id dari Radar Pekalongan, Jumat (5/8).

BACA : Data Penempatan PPPK 2022 Bocor, Banyak Guru Lulus PG Terlempar ke Luar Daerah, Ini Klarifikasi Kemendikbudristek

Arif menyebut, jumlah guru WB yang telah mengikuti tes seleksi PPPK dan memenuhi passing grade (PG) atau batas nilai minimal sebanyak 998 orang.

Rinciannya guru sekolah negeri sebanyak 956 orang dan guru sekolah swasta sebanyak 42 orang.

“Artinya jika tahun ini ada formasi 815, masih ada (sisa) 183 yang sudah lolos passing grade (belum terakomodir) dan akan diangkat tahun depan,” jelas Arief.

Ia mengingatkan, bagi WB yang telah mengikuti tes seleksi namun belum lulus passing grade atau yang belum mengikuti tes tapi masa kerjanya sudah lebih dari tiga tahun, ke depan akan dilakukan seleksi PPPK tanpa sistem Computer Assisted Test (CAT).

“Hanya melalui seleksi observasi, yang lebih memperhatikan kompetensi pedagogi dan profesionalisme dalam mengajar,” tegasnya.

BACA : Penempatan PPPK 2022, 46 Guru Lulus PG di Kota Pasuruan Terbuang ke Luar Daerah

Arif menambahkan, masih ada 400 WB di Batang yang memiliki masa kerja kurang dari tiga tahun.

“Semoga pemerintah pusat memiliki kebijakan untuk mengangkat teman-teman WB yang masa kerjanya kurang dari tiga tahun,” harapnya.

Respon Guru Honorer

Kebijakan yang memprioritaskan pengangakatan honorer dengan masa kerja paling rendah tiga tahun mendapat tanggapan dari salah satu guru WB di Batang, Siwi Prasetyani.

Siwi berharap pemerintah memberikan kesempatan yang sama kepada guru WB yang masa kerjanya kurang dari tiga tahun, supaya bisa diangkat menjadi PPPK.

Guru honorer ini mengaku sudah terdaftar di data pokok pendidikan (Dapodik). Namun masa kerjanya masih di bawah tiga tahun.

“Alhamdulillah sudah masuk Dapodik. Tapi melihat peluang bagi guru WB hanya berkesempatan mengikuti tes PPPK,” ungkapnya.

Bagi Siwi, seleksi PPPK memiliki sisi positif dan negatif.

“Positifnya bagi mereka yang sudah mengabdi minimal tiga tahun mendapat prioritas utama, terutama yang berada di sekolah induk,” ucap Siwi.

“Negatifnya ya yang seperti saya karena masa kerjanya kurang dari tiga tahun, sedikit mengalami kendala,” tambah perempuan yang telah mengabdi sebagai guru Bahasa Indonesia sejak tahun 2021 lalu.

Sebagai pendidik, Siwi telah memiliki pengalaman yang cukup dalam mengaplikasikan ilmunya di dunia pendidikan.

“Sebelumnya saya mengajar di MTs Muhammadiyah selama enam tahun, MTs Al Amin Pekalongan dua tahun, dan pernah diperbantukan di MA Muhammadiyah. Dan sejak 2017 sampai sekarang masih mengelola Kejar Paket,” ujarnya.

Ia tetap berkeyakinan dengan pengalaman yang dimiliki dapat bersaing dengan WB lainnya dalam seleksi PPPK 2022 atau seleksi PPPK 2023 mendatang. (fel)