Hak Jawab ISBI Bandung Terkait Berita ‘Jelang Pemilihan Rektor Baru, Isue Plagiasi Mengguncang ISBI’

POJOKSATU.id, BANDUNG— Manajemen ISBI Bandung memberikan hak jawab terkait berita ‘Jelang Pemilihan Rektor Baru, Isue Plagiasi Mengguncang ISBI,’ yang disiarkan 20 Juni 2022 lalu.

Berikut hak jawab ISBI Bandung yang diterima redaksi Pojoksatu.id pada Kamis 4 Agustus 2022.

a. Artikel tulisan berjudul “Rika Rafika & Rita Tila Sinden di Era Globalisas”i, dalam buku berjudul Perempuan Indonesia Dulu dan Kini, yang dianggap memplagiasi tulisan yang berasal dari wikipedia dan sumber laman internet : blogspot, adalah tuduhan yang belum terbukti keakuratannya;

b. Apa yang dituduhkan, sesungguhnya merupakan tambahan revisi dari sumber Rita Tila, setelah mereview artikel tersebut, melalui e-mail Rika Rafika dan Rita Tila kepada EC tanggal 10 Desember 2018, untuk melengkapi hasil wawancara langsung kepada yang bersangkutan. Dengan nara sumber yang sama dan penjelasan tertulis dari narasumber, sangat mungkin terjadi kesamaan sebagaimana informasi yang sudah menjadi domain publik. (sebagaimana terlampir).


c. Terkait pemberitaan tuduhan dan penghakiman plagiasi atas tulisan terkait dengan Titim Fatimah dan Upit Sarimanah, didapatkan dari hasil wawancara dengan Euis Komariah dan Tati Saleh. Demikian halnya informasi-informasi tentang Tati Saleh dan Euis Komariah diperoleh langsung dari yang bersangkutan sebagai sumber primer dalam rangka penelitian Disertasi (EC) pada tahun 2004.

Baca Juga :

Jelang Pemilihan Rektor Baru, Isue Plagiasi Mengguncang ISBI

d. Seharusnya wartawan dapat melakukan rekonfirmasi dan check and recheck sebagaimana diatur dalam kode etik jurnalistik, terhadap sumber tilisan EC (Rika Rafika & Rita Tilka), sesuai dengan prinsip dasar kerja jurnalistik, “menguji kebenaran, menyampaikan informasi yang benar, dan akurat.”

e. Selain kepada kedua nara sumber tersebut, wartawan dapat melakukan rekonfirmasi ke ISBI Bandung melalui Tim “Kode Etik” yang dibentuk ISBI Bandung untuk melakukan pemeriksaan konfirmasi dan klarifikasi atas tuduhan tersebut, dan kualifikasi data dalam kategori bagaimana yang dijadikan sebagai alasan tuduhan tersebut.

f. Isu yang diberitakan tersebut, sesungguhnya tidak terkait langsung dengan pemilihan Rektor ISBI Bandung. Maka judul tulisan tersebut sangat tidak relevan dengan masalah pemilihan rektor.

g. Kami sebagai pimpinan di ISBI Bandung keberatan atas isi pemberitaan tersebut, yang sangat merugikan, mencemarkan, dan merusak kredibilitas ISBI Bandung dan EC sebagai akademisi yang berada dalam naungan kami.

h. Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan berbagai hal yang diatur oleh Dewan Pers, bantahan ini merupakan langkah prosedural yang ditempuh sebelum yang dituduhkan (EC) menempuh jalur hukum.

“Saya sebagai pimpinan ISBI Bandung menuntut Pemimpin Redaksi POJOK.ID memenuhi hak jawab untuk meralat dan memperbaiki informasi dan pemberitaannya. Serta menyampaikan permintaan maaf yang diberitakan secara terbuka di media,” kata Rektor ISBI Bandung, Een Herdiani dalam hak jawab yang diterima redaksi.

“Demikian tanggapan yang dapat kami sampaikan. Atas Perhatiannya kami ucapkan terima kasih,” kata Rektor ISBI Bandung, Een Herdiani.

Selain itu, manajemen ISBI Bandung juga menambahkan beberapa hal yang perlu ditambahkan atau direvisi dari berita sebelumnya.

“Pada tahun 2006 Rita mendapatkan peringkat pertama dalam lagu berjudul Harepan cipt. Asep Aung Karyana, dan lagu berjudul Ronggeng Imut cipt. Eviq Zulfikar dari Global Network, bersama Samba Sunda di bawah label Kappa Production.

Selain itu, Rita kerap sekali mendapatkan kejuaraan tingkat Nasional dan juga berkolaborasi dengan Sinden Republik bersama aktor, aktris (sinden – sinden dari luar Provinsi Jawa Barat seperti Soimah, Sruti, Endah Laras dan Megan), musisi DwikiDharmawan, bahkan musisi – musisi dari mancanegara.

Rita pun telah melanglang buana ke berbagai mancanegara, sudah 5 Benua Rita jelajahi untuk mengemban misi seni dan budaya. Tidak sedikit apresiasi dan antusias orang luar negeri terhadap Rita, sehingga Rita kerap sekali mendapatkan perhatian dan pujian atas penampilannya yang memukau dengan kualitas Rita pada penampilan, gerak tari, dan lagu yang dibawakannya.

Pertama kali tampil di mancanegara pada tahun 2002 di Thailand, Jepang, Singapura, Malaysia, China, Korea, Taiwan, Australia, kemudian Prancis, Inggris, Belanda, Jerman, Italia, Swedia, Norwegia, Amerika, Hawaii, Kanada, dan Afrika bersama grup musik Samba Sunda pimpinan Ismet Ruchimat, Kementrian, dan Dinas Pariwisata dan Budaya Provinsi Jawa Barat.

Kiprah Rita di mancanegara tidak hanya sebagai sinden saja, akan tetapi Rita pun membagikan ilmunya dengan mengajar vokal dan gamelan Sunda di beberapa Universitas di Singapura dan Amerika Serikat, yaitu Emory University, Ohio University, dan Pittsburgh University.

Bahkan “Di Emory University Rita mendapat penghargaan untuk memberi nama pada seperangkat gamelan baru, dengan nama Nyai Mandala Sari,”.

Rita telah menulis Jurnal Makalangan yang berjudul ‘’Sinden Ngalage” dan juga merilis beberapa album dengan berbagai genre Musik Sunda, di antaranya lagu Kliningan, seperti lagu Ketuk Tilu, lagu Jaipongan lagu Kawih, lagu Calung, lagu Pop.

Demikian hak jawab ini disiarkan redaksi. Redaksi Pojoksatu.id juga meminta maaf karena tidak melakukan cek dan ricek atau cover both side pada pemberitaan sebelumnya. (ral/muf/pojoksatu)