Dede Yusuf Bocorkan Rahasia Pelamar PPPK 2022 Agar Lulus, Ternyata Ini Kuncinya

Dede Yusuf Macan Effendi, anggota Komisi X DPR RI
Dede Yusuf Macan Effendi, Wakil Ketua Komisi X DPR RI. (YouTube Dede Yusuf)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi membagikan tips agar pelamar PPPK 2022 bisa lulus dan tidak ditolak oleh sistem.

Salah satu caranya, kata Dede Yusuf, pelamar PPPK 2022 harus melamar formasi sesuai dengan kualifikasi dan latar belakang pendidikannya.

Dede Yusuf mengatakan banyak pelamar yang buru-buru memilih formasi yang dilamar. Padahal, formasi tersebut tidak sesuai dengan latar belakang dan kualifikasi pendidikannya.

Akibatnya, yang bersangkutan dinyatakan tidak memenuhi syarat karena ditolak oleh sistem.


Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat ini mengaku sering menemukan pelamar memilih formasi yang dilamar tidak sesuai dengan kualifikasi penddidikannya.

BACA : Terungkap Biang Kerok Formasi PPPK Dikurangi hingga Guru Lulus PG Belum Terima SK

Misalnya, lulusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) melamar formasi mata pelajaran matematika atau bahasa Inggris.

Otomatis sistem akan menolak karena kualifikasi pendidikan si pelamar tidak sesuai dengan latar belakang dan kualifikasi pendidikannya.

Pria yang lahir 14 September 1966 ini mengatakan masalah itu terjadi karena pelamar buru-buru menentukan formasi yang dilamar.

Misalnya, guru A melamar di sekolah yang ada di dekat rumahnya. Padahal, di sekolah itu tidak tersedia formasi yang sesuai dengan latar belakang dan kualifikasi pendidikannya.

“Yang sering saya temukan adalah, misalnya contoh begini, guru ini pendidikannya PGSD. Tapi kebetulan formasi-formasi di wilayah sekitarnya dia membutuhkannya adalah guru matematika, maka dia melamar guru matematika,” ucap Dede, dikutip Pojoksatu.id dari kanal YouTube TPMDS, dikutip Pojoksatuid, Rabu (3/8).

“Nah sistem ini kan mesin. Jadi tidak punya kebijakan. Begitu sistem melihat bahwa dia latar belakangnya adalah PGSD, sementara yang dilamar adalah guru matematika, otomatis sistem akan menolak,” tambah Dede.

BACA : Kapan Pendaftaran PPPK 2022 Dibuka ? Ini Jawaban BKN

Anggota DPR bidang pendidikan ini menambahkan, sistem akan melihat kesesuaian latar belakang pendidikan pelamar dengan formasi yang dilamar.

Dede mengingatkan pelamar harus hati-hati dalam menentukan formasi yang dilamar agar tidak ditolak oleh sistem.

“Jadi, oleh karena itu saya juga harus menyampaikan kawan-kawan hati-hati untuk meng-apply (formasi), jangan hanya karena pengen buru-buru dapat formasi, meng-apply sesuatu yang bukan kualifikasinya, standar kualifikasinya,” tandas Dede Yusuf. (muf/pojoksatu)