Viral Pernyataan Mahfud MD Soal Brigadir Joshua, ‘Seharusnya Petirnya Diperiksa Juga’

Mahfud MD (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD soal Brigadir Joshua atau Brigadir J viral di Twitter. Mahfud mengutip pernyataan pengacara Brigadir Joshua soal CCTV disambar petir.

Pernyataan Mahfud MD yang viral soal Brigadir J ini hingga Rabu pagi (3/8/2022) sudah dikomentari sebanyak hampir 1.000 orang atau sudah 957 orang atau akun. Sementara yang me-retweet ada 671 orang.

Diketahui Menko Polhukam Mahfud MD kembali berbicara soal baku tembak antara Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir Joshua dengan Bharada E di rumah Irjen Ferdy Sambo.

Di akun Twitter pribadinya, Mahfud MD seolah-olah memberi sindiran dengan menyebut pengacara Brigadir Joshua meminta petir yang menyambar CCTV di rumah dinas Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo supaya diperiksa.


Mahfud MD juga menyinggung soal logika publik yang cerdas menanggapi kasus tewasnya Brigadir Joshua ini.

Baca Juga :

Pengacara Sebut Ponsel dan Pakaian Brigadir Joshua Dituangkan dalam BAP Polisi dengan Status Hilang

“Polemik di media tentang tragedi tewasnya Brigadir J menegangkan. Tapi disela ketegangan tersungging juga senyum kecut saat pengacara keluarga Brigadir J bilang ‘Kemarin katanya CCTV disambar petir, sekarang bilang CCTV ada. Seharusnya petirnya diperiksa juga’. Logika publik cerdas,” kata Mahfud MD di laman Twitter-nya, Rabu (3/8/2022).

Sementara itu Komnas HAM mengungkapkan kendala yang dihadapi dalam pengusutan kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir Joshua ini.

Kesulitan-kesulitan pun dihadapi Komnas HAM dalam upaya pengungkapan kasus ini.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan, ada dua perkara berkaitan dengan tewasnya Brigadir Joshua, yang memiliki kesulitan masing-masing.

“Susah ya. Bahwa titik krusial itu di TKP atau rumah yang diduga TKP itu. Kan dua perkara, pertama soal tembak-menembak, itu hanya ada saudara Bharada E yang bisa memberikan keterangan. Kemudian ada satu lagi Ricky, ADC yang menyaksikan sebagian saja, tidak menyaksikan secara keseluruhan,” ujarnya kepada wartawan, Senin (2/8/2022).

Kemudian perkara kedua, kasus dugaan pelecehan seksual Brigadir Joshua terhadap istri Irjen Sambo, Putri Candrawathi.

Menurut Taufan Damanik, hanya korban yang bisa memberikan kesaksian.

Namun hingga saat ini Komnas HAM belum bisa meminta keterangan dari istri Ferdy Sambo karena terkendala kondisi psikologis.

“Dugaan pelecehan seksual yang ada siapa? Hanya Ibu Putri yang bisa memberikan keterangan, itu pun kami belum ketemu dia. Karena masa psikologis, dengan LPSK juga belum menyelesaikan prosedurnya,” ungkapnya.

Kendala lain yang dihadapi Komnas HAM, yaitu rusaknya bukti CCTV di rumah Irjen Ferdy Sambo.

“Menurut mereka, informasi mereka, CCTV itu tidak berfungsi. Ini problem besar. Yang kami dapatkan sekarang hanya keterangan, kan ini nggak lengkap. Jadi orang yang bilang bahwa ini mudah-mudah segala macam. Anda mau bertumpu pada siapa?,” kata Taufan Damanik.

Dijelaskan Taufan, dibutuhkan keterangan pelaku atau korban, sehingga akan semakin sulit jika tidak didapatkan bukti-bukti pendukung tersebut.

“Kan pada keterangan pelaku atau keterangan orang yang mengatakan saya adalah korban pelecehan seksual, kan begitu. Bagaimana kami menyimpulkannya kalau nggak bisa mendapatkan seluruh bukti-bukti pendukung lainnya,” kata Taufan Damanik lagi. (ral/pojoksatu)