Seleksi PPPK, Honorer Tak Lulus PG Bisa Remedial Sampai 4 Kali Layaknya Anak Sekolah

Anggota Komisi X DPR, Dede Yusuf sebut honorer yang tidak lulus passing grade bisa remedial sampai 4 kali.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPK) tahap 1 dan tahap 2 telah dilaksanakan pada 2021. Sementara seleksi tahap 3 atau seleksi PPPK 2022 masih menunggu keputusan pemerintah.

Tenaga honorer yang tidak lulus passing grade (PG) pada seleksi PPPK tahap 1 bisa mengikuti seleksi PPPK tahap 2.

Jika belum lulus pada seleksi tahap 2, honorer tetap bisa mengikuti seleksi PPPK tahap 3.

Pada seleksi tahap 1, sebanyak 600.000 orang mendaftar. Namun yang lulus passing grade hanya sekitar 200.000.


“Tes gelombang 1, dari 600.000 yang daftar, yang lolos hanya 200.000 sekian,” ucap Anggota Komisi X DPR, Dede Yusuf saat diwawancarai dan disiarkan secara live di kanal YouTube TPMDS, dikutip Pojoksatu.id pada Rabu (2/8/2022).

BACA : Jadwal Seleksi PPPK 2022 Belum Ditetapkan, Honorer Diberi Kesempatan 4 Kali

Pada seleksi PPPK tahap 2, tenaga honorer yang lulus passing grade hanya sekitar 200-300 ribu.

Menurut Dede Yusuf, Indonesia membutuhkan 1 juta guru. Namun dari dua kali seleksi, baru terpenuhi sekitar 500 ribu guru.

“Intinya, dari kebutuhan kita, hanya sekitar 500 ribu yang lolos. Yang enggak lolos masih banyak,” jelas Dede.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat ini mengaku setiap hari mendapat ratusan DM (direct message) dari pegawai honorer yang tidak lulus passing grade.

“Saya tidak mau komentar. Saya hanya mengatakan bahwa peluang dibuka dan diberikan,” ucap Dede.

BACA : 12 Tahun Tak Ada Pengangkatan CPNS, Dede Yusuf Bilang Tak Usah Bicara Merdeka Belajar

Aktor yang banting stir menjadi politikus ini mengatakan ada remedial atau perbaikan bagi honorer yang belum lulus PG.

Mereka tetap diberikan kesempatan sampai empat kali agar bisa memenuhi syarat untuk diangkat menjadi PPPK.

“Bahwa ada yang belum lolos, maka ada remed. Kalau di sekolah itu ada remed. Kesempatan kedua, kesempatan ketiga, dan kesempatan keempat,” ucapnya.

BACA : Komisi X DPR Desak Pemerintah Rekrut 1 Juta Guru ASN Apapun Caranya

Ia mengingatkan kepada tenaga honorer yang belum lulus passing grade pada seleksi PPPK tahap 1 dan tahap 2 agar tidak berkecil hati.

“Jadi buat yang belum lolos, ayo belajar lagi. Belajar lagi sampai lulus. Karena hal yang sama juga kita berikan kepada murid-murid dan siswa kita. Kalau mereka enggak lolos, ada remed, bukan berarti langsung kita ‘Oh Anda, buang masuk kotak’, enggak,” imbuhnya.

Ditegaskan Dede, jika sudah melakukan pengulangan atau perbaikan sebanyak empat kali dan belum lulus juga, berarti yang bersangkutan dianggap tidak punya kapasitas.

“Ada remed, ada tes ulang. Kalau tes ulang 1, 2, 3, dan 4 ternyata gak lolos juga, berarti mungkin memang dia yang tidak bisa beradaptasi. Karena apa? Karena ratusan ribu lainnya bisa (lulus),” tandas Dede Yusuf. (muf/pojoksatu)