Berubah Lagi, Ternyata Brigadir Joshua sempat Bergulat dengan Bharada Eliezer Sebelum Tewas

Kamaruddin Simanjuntak, pengacara keluarga Brigadir Joshua atau Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat di bareskrim Foto JPNN

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pengacara keluarga Brigadir Joshua, Komaruddin Simanjuntak menyebut, Brigadir Joshua sempat bergulat dengan Bharada Eliezer sebelum tewas.

Pernyataan itu, berubah dari yang disampaikan kepolisian sebelumnya.

Sebelumnya, polisi menyebut bahwa Bharada Eliezer lebih dulu mendengar teriakan istri Ferdy Sambo.

Itu yang membuat Bharada Eliezer mendatangi Brigadir Joshua yang langsung mengeluarkan tembakan.


Kamaruddin menjelaskan, hal itu bermula saat pihaknya menanyakan penyebab kenapa jari-jari Brigadir Joshua patah.

“Saat ditanyakan kenapa jarinya patah-patah, kemudian mengatakan bahwa mereka (Brigadir Joshua dan Bharada Eliezer) bergulat dahulu baru terjadi tembak-tembakan,” ujarnya dalam wawancara di sebuah televisi.

BACA: Ayah Brigadir Joshua Marah dan Tak Terima, Mahfud MD Geleng-gelang Kepala

Berubah-ubahnya keterangan itu membuat pihaknya semakin yakin bahwa memang ada yang ditutup-tutupi dari kasus yang terjadi di rumah dinas mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo itu.

“Pernyataan ini terus bergulir seperti kebohongan di tutupi dengan kebohongan lainya,” kata Kamaruddin.

Ketidakkonsistenan pernyataan dalam kasus itu juga terjadi pada dugaan pelecehan terhadap istri Ferdy Sambo.

Menurutnya, kasus dugaan pelecehan itu justru tidak memiliki bukti yang cukup kuat.

Kamaruddin menegaskan, percobaan pelecehan dengan pelecehan sangat jauh berbeda.

BACA: Semua Sudah Dilakukan Timsus Usut Kematian Brigadir Joshua, kok Masih Kurang ?

“Kasus ini malahan yang buktinya tidak kuat mengatakan bahwa adanya dugaan pelecehan, dan saya menanyakan tentang buktinya.”

“Kemudian dijawab dengan percobaan pelecehan,” jelas Kamaruddin usai bertemu dengan pengacara Putri Candrawathi, Rabu (3/8/2022).

Kamaruddin juga mempertanyakan adanya peluru yang masuk dari belakang yang diduga dilakukan saat Brigadir Joshua dalam kondisi tertelungkup.

“Ini kan ada sebuah niat untuk menghabisi Brigdir J,” tegasnya, dikutip PojokSatu.id dari Disway.id.

“Padahal Polisi fungsinya buat melumpuhkan bukan menghabisi,” ujarnya.

BACA: Website Kejari Garut Kena Hack, Ada Hubungannya dengan Ferdy Sambo dan Brigadir Joshua, 

Kamaruddin Simajuntak menekankan, selaku kuasa hukum keluarga Brigadir Joshua, pihaknya ingin membuka kasus ini seterang-terangnya.

Akan tetapi, kata dia, ada pihak tertentu yang malam mencoba menutup-nutupi. (disway/ruh/pojoksatu)