Alvin Lim Kritik Penanganan Kasus Brigadir Joshua, Kapolri Jenderal Sigit Disinggung-singgung, Jleb Banget

Alvin Lim pada salah satu kegiatannya di kantor polisi(ist)

POJOKSATU.ID, JAKARTA — Ketua Pengurus LQ Indonesia Law Firm Alvin Lim mengkritik penanganan kasus baku tembak Brigadir Joshua dengan Bharada E. Sudah hampir sebulan belum ada hasilnya.

Alvin Lim menyebut, hingga sekarang baku tembak yang tejadi di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga itu masih belum ada hasilnya.

Alvin Lim menilai, bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkesan ragu dan tidak transparan dalam kasus yang menewaskan Brigadir Joshua itu.

Karenanya, penyelidikan atau penanganan kasus Kematian Brigadir Joshua itu sampai sekarang tidak menuai hasil.


Padahal, Menko Polhukam Mahfud MD sudah mengingatkan Kaporli untuk tidak ragu mengungkap kasus baku tembak tersebut.

Baca Juga :

Mahfud MD Akui Kasus Brigadir Joshua Terpengaruh Aspek Politik dan Hierarki, Maksudya Apa ?

“Tapi Polri tampak tidak tegas dan ragu mengambil keputusan penting dalam kasus baku tembak ini,” kata Alvin Lim dalam akun YouTubenya dikutip, Rabu (3/8/2022).

Menurut Alvin, keraguan Kaporli tersebut bukan tidak mungkin akan mencoreng kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Kapolri.

Karena itu, ia menyarankan Kapolri Lisityo Sigit untuk bertindak tegas dalam mengungkap tabir Kematian Brigadir Joshua.

“Akan makin jatuh reputasinya karena masyarakat ragu polisi akan terbuka, transparan, tidak seperti PRESISI yang digaungkan Kapolri,” ujarnya.

Alvin Lim pun membandingkan dengan Kabareskrim Komjen Agus Adrianto yang berani menangkap bos Indosurya telah merugikan ribuan masyarakat Indonesia karena investasi bodong.

Seharusnya, lanjut pengacara yang baru saja menyandang gelar Magister itu, para petinggi Polri mempunyai keberanian seperti Komjen Agus Adrianto.

Itu dalam menangani kasus-kasus yang merugikan masyarakat.

“Lihat Komjen Agus Andrianto, Kabareskrim ini Jenderal Polisi berani ultimatum tersangka Henry Surya penjebol 36 triliun, akan tahan kembali ketika lepas dengan LP lain,” ujarnya.

“Komjen Agus jarang bicara, tapi sekali dia bicara, dia jalankan. Ini baru pimpinan Polri yang layak memimpin lembaga Bhayangkara itu, karena berani menangkap penjahat kelas kakap,” sambungnya.

Baca Juga :

Irjen Dedi Prasetyo Beberkan Keberadaan Ponsel dan Baju Berlumuran Darah Brigadir Joshua, Ini Lokasinya

Lainnya halnya dengan seorang jenderal Polri diberikan jabatan ketua bidang olahraga oleh terlapor Raya Sapta Oktahari, terduga penggelapan dana investasi Mahkota yang adalah ketua KOI.

“Tanpa melihat rasa keadilan masyarakat, hingga imbasnya kasus PT Mahkota besutan Raja Sapta Oktohari dan OSO Sekuritas, 2 tahun mandek tidak ada kepastian hukum di Polda Metro Jaya,” tuturnya.

Menurut Alvin Lim, jika keduanya dibandingkan antara Kapolda Metro Jaya Irjen Fadli Imran dengan Kabareskrim Komjen Agus Adrianto dalam menangani kasus hukum.

Ia menyebutkan performa Kabareskrim lebih bagus, karena dalam beberapa bulan terakhir berani menetapkan beberapa bos investasi bodong sebagai tersangka.

Seperti investasi bodong yang merugikan masyarakat, Indosurya, DNA Pro, Fahrenheit berhasil P21, dan WanaArtha.

“Berbanding terbalik di Jaman Irjen Fadil Imran, kasus Investasi bodong, Mahkota, OSO Sekuritas, Narada dan Millenium Sekuritas mandek bertahun-tahun tidak ada tersangka di Polda Metro Jaya, tidak mampu diselesaikan oleh Fadil Imran,” jelasnya.

Ia mengatakan, bahwa para korban investasi bodong ini telah lama menunggu kepastian hukum dari Polda Metro Jaya.

“Bagaimana perasaan korban Investasi bodong yang sudah 2 tahun lebih menunggu kepastian hukum?,”

Alvin meminta Kapolda Metro Jaya segera memproses hukum para pemilik investasi bodong tersebut.

“Apakah Kapolda Metro Jaya punya keberanian untuk menahan penjahat Investasi bodong di kelas Polda sebagai Jenderal Bintang 2?” tanyanya.

Alvin mengatakan, bahwa Polri butuh pemimpin yang tegas yang bisa menyelesaikan perkara hukum yang merugikan masyarakat.

Terlebih jenderal Polisi diharapkan memiliki jiwa kepemimpinan dan integritas, hati melayani masyarakat serta kemampuan menyelesaikan penyidikan kasus pidana.

Karena itu, masyarakat yang menjadi korban investasi bodong menunggu kepastian hukum dari Polda Metro Jaya untuk memproses para pemiliknya.

“Kapolda Metro Jaya, ribuan korban masyarakat, tunggu nyali bapak untuk menahan Terlapor Raja Sapta Oktohari dan terlapor investasi bodong lainnya di PMJ,” tegasnya.

“Sudah 2 tahun ribuan korban investasi bodong melapor ke Polda menunggu kepemimpinan bapak. Stop pencitraan dan show telletubbi dan tuntaskan kasus Investasi bodong,”

Alvin menegaskan, jika Kapolda Metro Jaya tidak mampu menyelesaikan kasus pidana ini lebih baik mundur dari jabatannya.

“Jika tidak mampu, mohon dengan besar hati mengundurkan diri dari Jabatan Kapolda Metro Jaya agar dapat diganti oleh jenderal Polisi lainnya yang punya kemampuan, demi kejayaan Institusi Polri,” tandasnya.

Alvin Lim pun menyarankan masyarakat yang menjadi korban investasi bodong membutuhkan bantuan hukum agar menghubungi hotline LQ ke 0817-489-0999 (Tangerang) dan 0818-0454-4489 (Surabaya) menyampaikan keluh kesah mandeknya Kasus Pidana Investasi Bodong di Polda Metro Jaya. (rel/pojoksatu)