Polda Metro Sudah Periksa JNE, Hasilnya Beras Bansos di Depok Rusak Kena Hujan, Diganti Paket Setara

Beras bansos dikubur di Depok Jawa Barat (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA Polda Metro Jaya sudah melakukan pemeriksaan terhadap JNE terkait penguburan sekitar 1 ton beras bansos di Sukmajaya, Kota Depok. Hasil sementara, beras bansos di Depok rusak kena hujan.

Polda Metro Jaya telah memeriksa jasa ekspedisi JNE terkait penguburan beras bansos presiden 2020 di Jalan Tugu Jaya, Tirta Jaya, Sukmajaya, Kota Depok.

Bansos Presiden itu merupakan bantuan tahun 2020 untuk warga terdampak pandemi Covid-19.

Dari hasil pemeriksaan sementara Polda Metro Jaya, JNE beralasan mengubur paket itu karena telah rusak terkena hujan.


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menerangkan, sedianya paket itu disimpan di Gudang Bulog, Pulogadung, Jakarta Timur. Hingga suatu waktu, JNE mengambil paket bansos itu untuk didistribusikan.

“Pada saat pengambilan suatu waktu, ini masih kita dalami waktunya, pada saat ambil beras di Pulogadung ini mengalami gangguan dalam perjalanan yaitu akibat hujan deras sehingga beras ini dikatakan dalam kondisi rusak,” ujar Zulpan kepada wartawan, Senin (1/8).

Baca Juga :

Beras Bansos 1 Ton Sengaja Dikubur di Depok, Pihak Ekpedisi JNE Langsung Berikan Penjelasan

Merasa hal itu merupakan kesalahan dalam operasional, lanjut Zulpan, pihak JNE pun telah melakukan ganti rugi. Mereka menggantinya dengan paket bansos yang setara.

“Atas kejadian ini mereka mengatakan telah melakukan pembayaran ke pemerintah,” terangnya.

Karena merasa telah ganti rugi, pihak JNE menganggap paket bansos yang rusak itu telah menjadi miliknya. Mereka kemudian menguburnya di lahan parkir bekas mobil JNE.

“Kemudian mereka merasa beras itu sudah jadi milik JNE karena JNE telah mengganti kepada pihak pemerintah. Dan ini juga keterangan ini belum didukung dengan dokumen jadi baru keterangan secara pemeriksaan tadi secara lisan,” jelas Zulpan.

Untuk Selasa (2/8), Polda Metro Jaya bakal melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap JNE dan Kemensos terkait kasus ini. Termasuk juga terhadap Bulog.

Sementara Vice President of Marketing JNE, Eri Palgunadi, tak menampik pemendaman paket Banpres berada di Depok. Alasannya, barang itu rusak.

Eri mengatakan pemendaman barang rusak itu sudah sesuai SOP serta memastikan tidak melakukan pelanggaran.

“Sudah melalui proses standar operasional penanganan barang yang rusak sesuai dengan perjanjian kerja sama yang telah disepakati dari kedua belah pihak,” ujar Eri melalui keterangan resmi.

Sebelumnya, pihak PT Tiki Jalur Nugraha Ekakulir (JNE) buka suara terkait temuan beras yang dikubur di dalam tanah Jalan Tugu Jaya, Tirta Jaya, Sukmajaya, Depok.

JNE mengaku alasan pihaknya mengubur bansos-bansos tersebut karena bansos itu telah mengalami kerusakan.

“Jadi itu memang beras yang rusak. Dan memang bisa dibilang berasnya itu sesuai ini sudah terjadi pergantianlah, jadi sudah tidak layak dan karena sudah rusak,” kata Head of Media Relation Departement, Kurnia Nugraha, Minggu (31/7). (ral/int/pojoksatu)