Pengacara Bharada Eliezer tak Terima : Kebenaran Nanti akan Muncul

Ajudan Ferdy Sambo, Bharada E atau Bharada Eliezer

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pengacara Bharada Eliezer atau Bharada E, Andreas Nahot Silitonga tak terima dengan pernyataan terkait hasil otopsi ulang Brigadir Joshua.

Sikap pengacara Bharada Eliezer itu tidak lain merespon pernyataan pengacara keluarga Brigadir Joshua atau Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat.

“Yang kami sayangkan pemberitaan yang beredar, yang menurut kami pihak tidak bertanggung jawab,” kata Andreas kepada wartawan di Kantor LPSK, Jakarta Timur, Senin (1/8/2022).

Menurut Andreas, pengacara keluarga Brigadir Joshua itu bukan ahli di bidangnya jika berbicara soal hasil otopsi ulang Brigadir Joshua.


“Bukan ahli di bidangnya menyampaikan pendapat yang seakan-akan benar. Itu sangat disayangkan,” sambungnya.

Semestinya, semua pihak menunggu dan mengikuti proses yang berjalan.

BACA: Fakta Mengejutkan Hasil Otopsi Brigadir Joshua, Ditembak dari Bawah Rahang ke Atas Tembus Bibir dan Otak

Baik proses hukum, maupun proses penyelidikan yang dilakukan polisi maupun tim forensik yang melakukan otopsi ulang jenazah Brigadir Joshua.

“Tim forensik yang ahli itu butuh 4-8 minggu. Namun, kita dengar pernyataan dari penasihat hukum Yosua seakan-seakan sudah benar semua,” katanya.

Karena itu, Andreas menyayangkan pernyataan pengacara keluarga Brigadir Joshua yang mendahului tim forensik.

Andreas juga menyatakan bahwa selama ini tidak ada yang ditutup-tutupi dalam kasus kematian Brigadr Joshua.

“Kami kooperatif dan tidak ada ditutupi,” katanya lagi.

Salah satu pernyataan pengcara keluarga Brigadir Joshua adalah terkait adanya luka tembak berdasarkan hasil otopsi ulang jenazah Brigadir Joshua.

BACA: Bocor, Dokumen Sprin Satgassus Ini Bikin Ferdy Sambo Sulit Mengelak

Disebutkan bahwa Brigadir Joshua mengalami tembakan dari hidung tembus ke kepala.

“Iya (pernyataan itu salah satunya),” kata dia.

“Itu seakan-akan sudah keluar atau hal-hal yang disampaikan ke publik, dari forensik saja butuh 4-8 minggu. Itu yang kami sayangkan,” sambung Andreas.

Andreas meyakini, bahwa nantinya kebenaran akan muncul dengan sendirinya.

“Karena kebenaran nanti akan muncul bagi semua pihak. Kalau ada pihak tak suka kebenaran di situ ada proses hukumnya,” tandas Andreas.

Sebelumnya, Kamaruddin Simajuntak menyebut, ada temua luka tembak oleh tim forensik saat otopsi ulang jenazah Brigadir Joshua.

BACA: Komnas HAM Dapat Bukti Dokumen Penting dari ART dan Ajudan Ferdy Sambo, Sulit ‘Diakali’

Menurut Kamaruddin, temuan itu menggugurkan alibi bahwa Brigadir Josua ditembak oleh Bharada E atau Bharada Eliezer dari posisi atas.

“Inilah yang membantah bahwa adanya tembak menembak dari atas, dimana Bharada E dari atas dan Brigadir Josua dari bawah,” tandas pengacara keluarga Brigadir Joshua, Kamaruddin Simanjuntak. (ruh/pojoksatu)