Roket China Jatuh di Dekat Kalimantan, AS Murka

Tangkapan layar video serpihan roket China jatuh di dekat Kalimantan disaksikan warga Sambas. (Dok Sewaktu)
Tangkapan layar video serpihan roket China jatuh di dekat Kalimantan disaksikan warga Sambas. (Dok Sewaktu)

POJOKSATU.id, JAKARTARoket China jatuh di dekat Kalimantan, tepatnya di Laut Sulu Filipina pada Minggu (31/7).

Roket China jatuh di dekat pantai timur Pulau Palawan Filipina. Roket China Long March 5B itu memiliki bobot 22 ton.

Lembaga Antariksa Amerika Serikat, NASA, mengatakan China belum membagikan informasi apapun terkait jatuhnya roket luar angkasa milik negara itu ke bumi.

Administrator NASA Bill Nelson dalam keterangannya mengatakan, seluruh negara harus memberikan informasi detail tentang puing-puing roket luar angkasa.


Menurutnya, hal ini penting dulakukan untuk memitigasi resiko saat roket itu kembali jatuh ke bumi.

“Semua negara antariksa harus mengikuti praktik terbaik yang sudah ada dan membagikan informasi sebelumnya untuk memungkinkan prediksi yang andal tentang potensi risiko dampak puing-puing,” kata Bill Nelson dikutip Reuters, Minggu (31/7).

BACA : Cek Fakta Roket China Jatuh di Kalimantan, Beratnya 22 Ton

Menurut Bill Nelson, mitigasi resiko harus dilakukan untuk menghindari jatuhnya korban.

“Melakukannya sangat penting untuk penggunaan ruang yang bertanggung jawab dan untuk memastikan keselamatan orang-orang di Bumi,” jelas Bill Nelson

Amerika Serikat (AS) menegur China karena tidak memberitahu roket China jatuh tidak terkendali dan berpotensi menimbulkan bahaya.

“Dapat mengonfirmasi bahwa Long March 5B (CZ-5B) milik Republik Rakyat China (RRC) memasuki kembali Samudera Hindia sekitar pukul 10.45 MDT (Mountain Daylight Time) pada 30/7,” tulis Komando Luar Angkasa AS melalui akun Twitter.

Ia meminta agar China segera memberikan laporan secara rinci terkait obyek dan potensi dampak yang ditimbulkan.

“Kami arahkan Anda ke #RRC untuk perincian lebih lanjut tentang aspek teknis masuk kembalinya obyek seperti potensi penyebaran puing + lokasi dampak,” tambahnya.

BACA : Khawatir Serangan Roket, Angelina Jolie Dilarikan ke Tempat Aman usai Kunjungi Pengungsi Ukraina

Sementara Badan Antariksa Berawak China mengklaim bahwa sebagian besar serpihan roket Long March 5B tergerus dan hancur saat masuk ke Bumi.

Roket China Long March 5B diluncurkan pada Minggu (24/7/2022). Roket itu meluncurkan modul kedua dari tiga yang dibutuhkan dalam menyelesaikan stasiun luar angkasa Tiangong yang baru.

Roket China itu kemudian jatuh ke bumi pada Minggu (31/7). Serpihan roket jatuh di Laut Sulu Filipina.

Sementara itu, badan antariksa Malaysia mengatakan bahwa mereka mendeteksi puing-puing roket China terbakar saat masuk kembali ke Bumi, lalu jatuh di Laut Sulu yang berlokasi di timur laut Pulau Kalimantan.

“Puing-puing roket terbakar saat memasuki wilayah udara Bumi dan pergerakan puing-puing yang terbakar juga melintasi wilayah udara Malaysia, serta dapat dideteksi di beberapa daerah termasuk wilayah udara sekitar negara bagian Sarawak,” katanya dikutip dari kantor berita AFP.

Warga Malaysia bernama Nazri Sulaiman, merekam objek di langit yang diduga Roket China Long March 5B.  Objek itu meluncur di langit Kuching ke Sarawak Malaysia.

Rekaman video ini kemudian dikomentari oleh Jonathan McDowell, astrophysicist dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics.

Ia menyebut serpihan roket China itu bisa saja jatuh di Sibu, Bintulu, ataupun Brunei, dan tiga kota yang berlokasi di Kalimanan bagian Utara. (one/pojoksatu)