Penembakan Brigadir Joshua Diambil Alih Mabes Polri dari Polres Jaksel, Sudah Tahu Kasus Besar, Kenapa Tidak Dari Awal ?

Irjen Ferdy Sambo bersama istrinya Putri Candrawati dan Brigadir Josua Hutabarat
Irjen Ferdy Sambo (belakang) bersama istrinya Putri Candrawati dan Brigadir Josua Hutabarat. (Dok Disway)

POJOKSATU.id, JAKARTA- Kasus penembakan dan penganiayaan yang menimpa polisi malang, Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir Joshua, akhirnya diambil alih oleh Bareskrim Mabes Polri dari Polda Metro Jaya.

Penanganan kasus Brigadir Joshua sebagai terlapor ditarik ke Bareskrim Polri untuk efektivitas dan efisiensi penanganan perkaraan.

Mengenai hal tersebut, Indonesia Police Watch (IPW) berikan apresiasi terhadap langkah Kapolri yang mengambil alih penangananya kasus Brigadir J dari Polda Metro Jaya ke Bareskrim, Mabes Polri.

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso mengatakan sudah saatnya Polri membuka dan menjelaskan kepada publik apa yang terjadi dalam insiden baku tembak sesama polisi.


Apalagi peristiwa itu melibatkan anggota yang tergabung dalam satuan tugas (Satgassus) yang dbentuk oleh Kapolri.

Berdasarkan penelusuran IPW, Brigadir Yosua dan Bharada Richard Eliezer (Bharada E) merupakan anggota Satgassus.

BACA : Jerry Massie Sebut Kapolri Sudah Kasih Kode Tersangka Penembak Brigadir Joshua Sesunggunya

Keduanya diduga terlibat baku tembak di rumah Irjen Pol. Ferdy Sambo yang merupakan Kepala Satgassus Polri. Selain itu, keduanya juga merupakan ajudan dari Ferdy Sambo.

“Oleh sebab itu, Kapolri harus tegas menangani kasus ini sesuai dengan perintah Presiden Jokowi untuk diproses hukum, terbuka, dan jangan ditutup-tutupi. Kepercayaan publik terhadap Polri harus dijaga,” kata Teguh menegaskan.

IPW menyebutkan kasus penembakan sesama polisi di rumah Ijen Pol. Ferdy Sambo akan berdampak pada citra polisi di Masyarakat.

“Oleh karena itu, Kapolri berkewajiban menjaga marwah institusi dan menyelamatkan Polri dari hujatan masyarakat,” ungkapnya. (dhe/pojoksatu/fin