Baju PDH Brigadir Joshua Saat Pembunuhan Terdapat Lubang Tembakan, Bercak Darah dan Serbuk Mesiu, Kuasa Hukum : Dimana Sekarang?

Brigadir Josua Hutabarat dan istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi
Brigadir Josua Hutabarat dan istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi

POJOKSATU.id, JAKARTA — Kuasa hukum keluarga Brigadir Joshua atau Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak, penasaran baju Brigadir J saat pembunuhan dimana sekarang.

Kamaruddin Simanjuntak menekankan jika baju Brigadir Joshua yang dipakai saat kejadian penembakan bisa jadi saksi bisu karena aka nada lubang bekas tembakan, bercak darah dan serbuk mesiu.

Dalam pakaian yang digunakan Brigadir Joshua atau barang-barang akan tersimpan jejak penembakan.

Kamaruddin meyakini baju yang dipakai Brigadir Joshua dapat menjadi petunjuk sangat penting.


“Demikian juga bajunya. Kita juga tidak tahu. Dimana baju PDH, kaos kaki dan sepatu almarhum. JP milik Brigadir J dan pakaian saat dia dibunuh juga tidak diketahui siapa yang menguasai,” terangnya seperti dilihat Minggu (31/7).

Hal ini diungkapkan Kamaruddin di kanal YouTube Refly Harun degan judul “GEMPAR! KETERANGAN TERBARU PENGACARA: OTAK BRIGADIR J HILANG DARI KEPALA!” yang diunggah pada 29 Juli 2022.

Baca Juga :

Komjen Purn Susno Duadji Sindir Bharada E, Sakti Juga Ini Anak, 5 Tembakan Tergores Saja Gak

Sebab di baju Brigadir Joshua itu pasti terdapat bekas lubang tembakan, bercak darah dan serbuk mesiu.

“Andaikan pakaian itu dimunculkan, saya yakin di situ akan terlihat jejak-jejak pembunuhan,” pungkas Kamaruddin.

Di sisi lain, pengacara keluarga Brigadir Joshua, Kamaruddin Simanjuntak juga buat pengakuan mengejutkan.

Pengakuan Kamaruddin kali ini perihal adanya jahitan di hidung jenazah Brigadir Joshua.

Diketahui bersama, beredar foto adanya jahitan di hidung jenazah Brigadir Joshua.

Terkait hal ini, Kamaruddin secara terang-terangan ungkap penyebabnya.

Dalam pengakuannya, otak jenazah Brigadir Joshua sudah tidak ada di bagian kepala.

Lanjut Kamaruddin, yang ditemukan tim dokter malah adanya luka di bagian belakang kepala jenazah Brigadir Joshua.

“Kemudian di raba-raba kepalanya itu, di bagian belakang ada benjolan bekas lem, lemnya dibuka ada lubang,” ujar Kamaruddin.

Kemudian pihak dokter, lubang di kepala Brigadir Joshua itu disonde atau ditusuk pakai alat seperti sumpit.

“Disonde ke arah mata, mentok. Tapi begitu disonde ke arah hidung ternyata tembus ya,” ujarnya.

Jadi ia menegaskan jika adanya jahitan di hidung merupakan bekas luka tembak dari belakang kepala yang tembus ke bagian depan.

“Mengapa adanya jahitan yang sebelumnya difoto ketika berulang kali saya berikan kepada media itu bekas lubang peluru yang ditembak dari belakang kepala dengan posisi agak tegak lurus,” tegas Kamaruddin.

Kamaruddin juga menekankan pernyataan ini berdasarkan catatan dari dokter yang diutus untuk menjalani proses otopsi jenazah Brigadir Joshua.

Perlu diketahui, tim kuasa hukum keluarga Brigadir Joshua menempatkan 2 orang tenaga kesehatan dari pihak keluarga yakni dokter Martina Aritonang dan Magister Kesehatan Herlina Lubis.

Menurut Kamaruddin Simanjuntak, bukti tersebutlah yang membantah pernyataan Porli jika Brigadir Joshua tewas karena baku tembak. (ral/pojoksatu)