Komnas HAM Akan Panggil ART dan Sopir Ferdy Sambo Pekan Depan, Akui Banyak Hal Belum Terkonfirmasi

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Dari pemeriksaan berbagai pihak yang dilakukan sejauh ini, Komnas HAM mengaku ada yang tak terkonfirmasi. Pekan depan Komnas HAM akan memanggil sopir dan asisten rumah tangga (ART) Irjen Ferdy Sambo.

Dia menyebut keterangan yang tak terkonfirmasi itulah yang akan didalami oleh Komnas HAM di pemeriksaan pihak-pihak lain selanjutnya.

“Ada beberapa keterangan keluarga dan Mbak Vera, karena itu kan menjadi basis kami untuk membuat pertanyaan kepada siapapun, termasuk pada Dokkes, termasuk juga pada siber soal komunikasi, termasuk pada ADC-ADC yang lain,” tutur Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, Jumat (29/7).

“Ada yang terkonfirmasi, ada yang tidak. Ada yang belum terkonfirmasi. Yang belum terkonfirmasi inilah yang memang akan kami lapis dengan pemeriksaan-pemeriksaan berikutnya,” lanjut Anam lagi.


Diketahui, Komnas HAM berencana memanggil sejumlah saksi lain di kasus polisi tembak polisi yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir Joshua untuk melengkapi keterangan yang sudah ada.

Baca Juga :

Ngeri, Pengacara Bongkar Hasil Autopsi Ulang Brigadir Joshua, Leher Ditembak Tembus ke Bibir, Otak Dipindah ke Perut

Pemanggilan saksi tersebut rencananya dilakukan pekan depan.

“Asisten rumah tangga, sopir, dan orang-orang yang memang membantu Kadiv Propam nonaktif Ferdy Sambo di rumahnya,” kata komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara kepada wartawan Jumat (29/7).

Beka mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah akan memanggil ketua RT di lingkungan tersebut.

Namun dia menyebut akan memanggil tenaga kesehatan yang melakukan tes PCR ke rombongan Irjen Ferdy Sambo.

“Sementara ini Ketua RT belum, tapi tenaga kesehatan yang waktu PCR itu akan diperiksa juga,” pungkas dia.

Sementara itu, Komnas HAM mengaku telah meminta keterangan kekasih Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir Joshua, Vera Simanjuntak.

Komnas HAM mengungkap ada ketidakcocokan antara keterangan Vera dan pihak lainnya.

“Pasti soal kerangka waktu. Karena kan pihak keluarga juga demikian, misalnya soal kapan menghubungi terakhir, kapan komunikasi terakhir, dan sebagainya. Itu pasti, itu soal kerangka waktu,” kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam kepada wartawan, Jumat (29/7/2022).

Berangkat dari keterangan keluarga Brigadir J dan Vera, Komnas HAM memeriksa pihak-pihak lainnya. Anam mengatakan pihaknya hendak mengonfirmasi keterangan yang telah didapat sebelumnya.

“Karena kami berangkatnya dari keluarga, standing pertanyaan awalnya memang menggunakan itu. Menguji semua pihak, termasuk ADC (Aide de camp), Dokkes (Kedokteran dan Kesehatan Polri), itu kita lihat,” jelasnya.

“Makanya kita tanya misalnya soal kapan, jam berapa autopsi pertama dilakukan, jam berapa ambulans pertama kali masuk,” papar Anam. (ral/int/pojoksatu)