Kekasih Brigadir Joshua Saksi Penting Komnas HAM, Keterangan Vera Awal Mula Pemanggilan Ajudan dan Dokkes Polri

Kekasih Brigadir Joshua yaitu Vera Simanjuntak (pakai masker hitam) ikut diperiksa polisi di Polda Jambi (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA — Komnas HAM membeberkan kekasih Brigadir Joshua, Vera Simanjuntak, jadi saksi penting untuk pemanggilan tim Dokkes Polri, ajudan Ferdy Sambo, tim siber hingga Puslabfor Polri.

Selain keterangan luka-luka dari keluarga Brigadir Joshua atau Brigadir J, Komnas HAM juga memperoleh keterangan waktu sebelum kejadian dari kekasih Brigadir Joshua yaitu Vera Simanjuntak.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam mengatakan keterangan-keterangan yang didapatkan dari Vera Simanjuntak kekasih Brigadir Joshua, menjadi awal mula pemanggilan tim Dokkes Polri, ajudan Irjen Ferdy Sambo dan tim siber hingga tim dari Puslabfor Polri.

Komnas HAM telah meminta keterangan dari kekasih Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir Joshua yaitu Vera Simanjuntak.


Dari pemeriksaan itu, Komnas HAM mengaku memperoleh kerangka utama terkait kasus tewasnya Brigadir Joshua ini.

Baca Juga :

Ngeri, Pengacara Bongkar Hasil Autopsi Ulang Brigadir Joshua, Leher Ditembak Tembus ke Bibir, Otak Dipindah ke Perut

“Waktu di Jambi itu memang apakah Vera termasuk di dalamnya yang kami mintai keterangan, ya, kami mendapatkan keterangan sejak di Jambi, keterangan dari Vera. Dari situlah sebenarnya salah satu kerangka utama Komnas HAM berbagai peristiwa ini,” kata Choirul Anam di kantor Komnas HAM, Jumat (29/7/2022).

Anam mengatakan keterangan kekasih Brigadir Joshua dan keluarga Brigadir Joshua sangat penting untuk memperoleh kesimpulan dari peristiwa itu.

Dia menyebut keterangan luka di tubuh Brigadir Joshua menjadi informasi awal dalam penyelidikan.

“Jadi salah satu yang paling penting, keterangan yang diberikan keterangan oleh pihak keluarga termasuk pihak keluarga secara keseluruhan, termasuk di dalamnya Vera, termasuk juga adiknya, Reza, atau keluarga yang lain,” katanya.

“Itu yang kami jadikan salah satu kerangka utama untuk mendalami apa yang terjadi dalam peristiwa ini,” jelas Anam lagi.

“Misalnya kenapa sih kami kok mendalami soal luka, karena memang informasi yang kami dapat pertama kali memang terkait luka di tubuh almarhum Yoshua,” imbuh dia.

Selain keterangan luka, Komnas HAM juga memperoleh keterangan waktu sebelum kejadian dari kekasih Brigadir Joshua.

Baca Juga :

Pengacara Nekat Beberkan Ancaman Skuad Lama ke Brigadir Joshua, ‘Kalau Sampai Naik ke Atas Kita Bunuh Dia’

Anam malah mengatakan keterangan-keterangan yang didapatkan dari Vera Simanjuntak kekasih Brigadir Joshua menjadi awal mula pemanggilan tim Dokkes Polri, ajudan dan tim siber hingga tim dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.

“Termasuk juga kita bikin timeline, karena kami juga mendapatkan informasi terkait timeline. Kerangka waktu peristiwa itu terjadi, kerangka waktu sampai hari apa, jam berapa masih bisa berhubungan dengan almarhum Yoshua,” terang Anam.

“Karena itu penting bagi kami, kapan komunikasi terakhir dan memberikan catatan soal misalnya nantinya jadi timeline kira-kira kapan Yosua meninggal dunia,” sambungnya lagi.

Waktu atau timing terakhir Brigadir Joshua berkomunikasi dengan keluarga serta kekasihnya Vera Simanjuntak menjadi acuan Komnas HAM untuk mensinkronkan keterangan pihak Polri.

“Kami pertama kali dapatnya malah jadi keluarga Jambi. Makanya dari sanalah kami minta Dokkes untuk datang, ngecek ADC dan sebagainya. Jadi salah satu frame utama memang kami dapatkan dari keluarga Jambi termasuk dari Mbak Vera,” jelas komisioner Komnas HAM ini. (ral/int/pojoksatu)