Brigjen A Berusaha Menutup-nutupi Kasus Tewasnya Brigadir Joshua, Ini Penjelasan Pengacara Keluarga Brigadir J

Foto Brigadir Joshua Hutabarat dengan Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Pengacara keluarga Brigadir Joshua atau Brigadir Nopryansah Yoshua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak, mengungkap sosok Brigjen A yang berusaha menutup-nutupi kasus tewasnya Brigadir J.

Kamaruddin Simanjuntak menyebut bahwa petinggi Polri tersebut adalah Brigadir Jenderal atau Brigjen yang berinsial A.

Menurut pengacara keluarga Brigadir Joshua, Kamaruddin Simanjuntak, sejak awal pihak keluarga sudah mencurigai kejanggalan kematian putranya.

Namun, disebutkan ada sosok petinggi Polri berpangkat Brigadir Jenderal atau Brigjen yang berusaha menutupi kasus kematian Brigadir Joshua.


Kamaruddin mengaku heran, pasalnya Presiden Jokowi saja memerintahkan agar Polri mengungkap kasus kematian Brigadir J.

“Kami terus berunding, kita terus berusaha membuka. Tapi ada pihak juga yang berkehendak menutup-nutupi.

Baca Juga :

Cerita Pengacara Istri Ferdy Sambo dari Ajudan, Brigadir Joshua Pernah Todongkan Senjata ke Foto Pak Sambo

Presiden mengamanatkan membuka (kasus Brigadir J) seterang-terangnya.

“Tapi ada juga makhluk-makhluk tersembunyi yang terus berusaha menutup,” papar Kamaruddin Simanjuntak, Jumat (29/7/2022).

Maka dari itu, Kamaruddin Simanjuntak meminta agar petinggi Polri berpangjkat Brigjen itu segera bertanggung jawab.

“Oleh karena itu, saya minta pertanggungjawaban kepada Brigadir Jenderal itu,” tegas Kamaruddin Simanjuntak.

“Itu siapa pak brigadir jenderalnya?” tanya wartawan.

“Inisialnya A,” papar Kamaruddin Simanjuntak.

Lantas, Kamaruddin Simanjuntak mengungkap aksi Brigjen A yang disebutnya sudah berusaha menutupi kasus kematian Brigadir J.

Janji-janji manis sosok petinggi Polri kepada keluarga soal penyelidikan kematian Brigadir J nyatanya cuma di bibir saja.

“Seperti katanya keluarga bisa melihat CCTV. Keluarga disebut bisa melihat prosesi autopsi ulang.

“Keluarga boleh meliput dan memvideokan, tapi semua hak-hak itu dibatalkan,” tutur Kamaruddin Simanjuntak.(ral/pojoksatu)