Terungkap ! Dana Umat yang Diselewengkan ACT Ternyata Ngalir ke Koperasi Syariah 212, Nominalnya Bikin Geleng-geleng Kepala

Logo ACT. Mantan Presiden ACT dan Presiden ACT ditetapkan tersangka (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA- Bareskrim Polri telah menetapkan tersangka petinggi ACT terkait kasus dugaan penyelewengan dana umat.

Dari hasil pendalaman, ternyata dana umat yang diselewengkan itu juga mengalir ke Koperasi Syariah 212 mencapai Rp10 miliar.

Namun dana 10 miliar itu merupakan dana donasi korban pesawat Lion Air dari Boeing yang kemudian dialihkan ke Koperasi Syariah 212.

Kendati demikian, penyidik belum membeberkan akankah pengurus Koperasi Syariah 212 akan ikut diperiksa dalam kasus ini.


“Dialihkan untuk koperasi syariah 212 kurang lebih Rp 10 miliar, kemudian untuk dana talangan CV CUN Rp 3 miliar, selanjutnya kemudian dana talangan untuk PT MBGS Rp 7,8 miliar sehingga total semuanya Rp 34.573.069.200,00 (miliar),”  kata Wadir Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Pol Helfi Assegaf kepada wartawan, Selasa (26/7/2022).

Menurut Kombes Pol Helfi, dana yang dihimpun ACT dari umat itu kebanyakan digunakan tidak sesuai pada peruntukannnya.

BACA : Bareskrim Polri : Gaji Para Petinggi ACT Mencapai Rp50 Juta Sampai Rp450 Juta per Bulan

Salah satunya dana yang dihimpun tersebut diperuntukkan dengan gaji hingga ratusan juta rupiah.

“Selain itu digunakan untuk gaji para pengurus. Gajinya sekitar Rp 50-450 juta perbulannya,” ujarnya.

Kendati empat petinggi ACT yang sudah ditetapkan menjadi tersangka itu belum dilakukan penahanan. Pasalnya penyidik masih akan melakukan gelar perkara dan memeriksa para tersangka.

“Penahanan, tunggu hasil pemeriksaan lanjutan lagi,” ujarnya.

Diketahui Bareskrim Polri telah menetapkan tersangka Presiden ACT Ibnu Khajar dan mantan Presiden ACT Ahyudin beserta dua orang lainnya dalam kasus penyelewengan dana Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Dua tersangka lainnya itu bernama Hariyana Hermain alias HH dan N Imam Akbari. HH disebut sebagai salah satu Pembina ACT dan memiliki jabatan tinggi di ACT, termasuk mengurusi keuangan.

Saat ini ketiganya keempat tersangka belum dilakukan penahanan. Polisi beralasan akan melakukan kembali gelar perkara di internal untuk penangkapan atau penahanan para petinggi Yayasan ACT tersebut. (fir/pojoksatu)