Suasana Rumah Ferdy Sambo Jumat ‘Berdarah’ Ternyata Penuh Tawa-tawa, Kok Tiba-tiba Baku Tembak?

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam

POJOKSATU.id, JAKARTA – Suasana rumah Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (8/7) ‘berdarah’ ternyata tertawa-tawa saja. Kok bisa terjadi adegan baku tembak di rumah Kadiv Propam nonaktif ini?

Suasana rumah Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (8/7) ini diungkap Komnas HAM usai memeriksa para ajudan Irjen Ferdy Sambo ini di kantor Komnas HAM, Selasa (26/7).

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengungkap soal materi pemeriksaan yang dilakukan terhadap ajudan-ajudan Irjen Ferdy Sambo ini.

Choirul Anam mengatakan pada pemeriksaan Selasa ini difokuskan pada hari ketika Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J tewas tertembak di rumah Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo.


Anam mengatakan pada Jumat (8/7) suasana di rumah singgah Irjen Sambo tidak ada ketegangan.

Dia mengatakan hal itu diperiksa karena menjadi bagian penting terkait kasus tewasnya Brigadir Joshua atau Brigadir J.

“Kami tanya semua apa yang terjadi, bagaimana peristiwanya, bahkan kondisinya seperti apa. Kondisinya seperti apa, ini yang penting. Ini kondisinya apakah bercanda-canda, tertawa atau tegang?” kata Anam saat jumpa pers di kantornya, Selasa (26/7/2022).

Berdasarkan keterangan para ajudan Irjen Ferdy Sambo, suasana saat itu berlangsung penuh tawa.

“Kami tanya beberapa orang yang ada di forum itu ngomongnya memang tertawa-tawa. Itu yang kami tanya. Jadi kami memang tanya bagaimana spektrum peristiwanya,” kata dia.

Choirul Anam kembali menjelaskan soal kondisi para ajudan Irjen Ferdy Sambo yang tertawa-tawa sebelum tewasnya Brigadir Joshua.

“Termasuk, yang tadi saya bilang di awal soal tertawa-tawa. Soal tertawa-tawa, ini kita tanya. Ini kondisinya tekanan atau ndak, dan sebagainya. Gimana mau tekanan, wong tertawa-tawa kok tekanan. Tentu banyak (ajudan) yang ngomong demikian,” ujarnya lagi.

Anam mengatakan pihaknya juga memeriksa para ajudan Irjen Sambo hingga soal suasana di Magelang.

Komnas HAM turut bertanya hingga rombongan tiba ke rumah singgah Irjen Ferdy Sambo yang berlokasi di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

“Kami juga tarik spektrum waktu yang lebih luas. Misalnya di Magelang. Di Magelang ngapain, baju apa, ngapain saja, dan sebagainya,” kata dia.

“Dan termasuk juga spektrum waktu, kapan berangkat dari Magelang dan sampai di Jakarta,” tambahnya lagi.

Anam mengatakan pihaknya juga mendalami soal hubungan ajudan Irjen Ferdy Sambo.

Selain itu, didalami soal karakter-karakter masing-masing ajudan Irjen Ferdy Sambo.

“Kami juga menanyakan soal bagaimana sekuen hubungan ADC yang satu dengan yang lain, termasuk karakter para masing-masing ADC,” katanya.

“Kami tanya di masing-masing orang itu, kami tanya hal yang sama,” katanya.

Dia mengatakan metode itu dilakukan untuk melihat latar belakang yang terjadi terkait Brigadir Joshua yang tertembak.

“Jadi misalnya ADC A kami tanya bagaimana soal perilaku kehidupan ADC yang lain, itu kami tanya semuanya,” jelasnya.

“Ini penting untuk melihat sesuatu yang kami dapatkan sendiri oleh Komnas HAM untuk melihat konstrain dan untuk melihat konteks yang terjadi pada konstrain waktu itu,” tuturnya lagi. (ral/int/pojoksatu)