Dikaitkan Penyelewangan Dana ACT, Respon Alumni 212 : Intinya Jangan Tendensi

Pengacara HRS Aziz Yanuar (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA- Pengacara Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar menanggapi aliran dana penyelewengan ACT yang turut mengalir ke Koperasi Syariah 212 mencapai Rp10 miliar.

Aziz Yanuar yang merupakan kelompok Alumni 212 itu menyebut aliran dana yang masuk ke Koperasi Syariah 212 merupakan bagian dari transaksi bisnis.

“Informasi yang saya dengar itu adalah bagian dari transaksi bisnis. Artinya ACT bertindak sebagai pengelola dana untuk kepentingan bisnis guna pengembangan dana yang mereka kelola,” kata Aziz saat dihubungi pojoksatu.id, Selasa (26/7/2022).

Menurut Aziz, ACT memang mempunyai beberapa jaringan bisnis yang dikelalo untuk kepentingan umat. Salah satunnya minimarket dan aktivitas bisnis lainnya.


Atas hal itulah, kemudian ACT meramban bisnisnya lewat bekerjasama dengan Koperasi Syariah 212.

“Sepengetahuan saya ACT juga mengelola beberapa entitas bisnis seperti misal minimarket dan aktivitas bisnis lainnya,” ujarnya.

BACA : Terungkap ! Dana Umat yang Diselewengkan ACT Ternyata Ngalir ke Koperasi Syariah 212, Nominalnya Bikin Geleng-geleng Kepala

“Jadi jika hal ini dianggap penyimpangan, maka tentu saja aktivitas bisnis lain seharusnya juga dipermasalahkan,” ujarnya lagi.

Karena itu, Aziz Yanuar meminta penyelesaian kasus ACT diselesaikan secara profesional.

Mengingat tindakan pidana yang dilakukan ACT itu merupakan tindakan yang merugikan banyak orang, namun dalam penyelesaian kasus itu juga jangan tendensius.

“Kami masyarakat harapkan penyelesaian kasus ini tidak bertendensi apapun dan kemanapun. Karena memang pidana dan merugikan masyarakat harus ditindak secara hukum,” tegasnya.

Sebelumnya dari hasil pendalaman Polri,  ternyata dana umat yang diselewengkan ACT itu juga mengalir ke Koperasi Syariah 212 mencapai Rp10 miliar.

Namun dana 10 miliar itu merupakan dana donasi korban pesawat Lion Air dari Boeing yang kemudian dialihkan ke Koperasi Syariah 212.

“Dialihkan untuk koperasi syariah 212 kurang lebih Rp 10 miliar, kemudian untuk dana talangan CV CUN Rp 3 miliar, selanjutnya kemudian dana talangan untuk PT MBGS Rp 7,8 miliar sehingga total semuanya Rp 34.573.069.200,00 (miliar),”  kata Wadir Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Pol Helfi Assegaf. (fir/pojoksatu)