Komnas HAM Rampung Minta Keterangan Autopsi Brigadir Joshua, Luka Leher Juga Ditanya ke Dokkes Polri

Tim Dokkes Polri dan Timsus bentukan Kapolri ketika di kantor Komnas HAM (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Komnas HAM mengaku telah rampung meminta keterangan autopsi Brigadir Joshua Hutabarat atau Brigadir J dari awal hingga akhir. Luka di leher juga ditanya ke tim Dokkes Polri.

Komnas HAM telah memanggil tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polri terkait hasil forensik jenazah Brigadir Joshua Hutabarat atau Brigadir J di RS Polri Kramat Jati, beberapa hari lalu.

Pemeriksaan terhadap Tim Forensik Polri merupakan bagian dari rangkaian penyidikan yang dilakukan Komnas HAM soal tewasnya Brigadir Joshua atau Brigadir J.

Sejumlah petinggi Polri lainnya turut mengantarkan Tim Forensik Polri ke Komnas HAM, salah satunya Kabaresrkim Polri Komjen Agus Andiranto dan Kabaintelkam Komjen Ahmad Dofiri.


Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan, pihaknya telah meminta keterangan dari tahap awal hingga tahap akhir autopsi.

Baca Juga :

Ngeri, Ini Isi Pesan Ancaman Pembunuhan Brigadir Joshua lalu Ucap Salam Perpisahan

Tahapan awal mengecek jenazah, sebelum di autopsi dan sesudah autopsi. Komnas HAM kata Choirul juga meminta keterangan terkait jenis karakter luka dan posisi luka pada korban.

“Kami juga ngecek posisi luka itu memiliki sudut dengan karakter sudut tembak kayak apa,” katanya.

“Itu juga kami dikasih keterangan yang sangat komprehensif gitu ya, ditunjukin buktinya, ditunjukin logikanya, ditunjukin karakter kenapa ini begitu. Kenapa ini gak sama seperti yang lain, termasuk misalnya kalau dalam publik misalnya ditanya kenapa kok ada beberapa luka di wajah,” katanya lagi.

“Itu juga kami telusuri sangat detail, kami juga minta pembuktian kayak apa ditunjukin pembuktianya, ditunjukin logikanya, ditunjukin cara bekerjanya, misalnya kayak luka di hidung, mata dan sebagainya,” jelas Choirul.

Choirul juga mengatakan, pihaknya juga meminta keterangan dokkes soal luka di leher.

“Kami juga cek soal itu. Jadi kami memulai ngeceknya dari posisi jenazah ketika datang. Belum dimandikan, sampai selesai tutup peti, semua gak ada yang kelewat,” tutur Choirul Anam.

Sementara itu Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan, Komnas HAM akan mengikuti penyelidikan secara mandiri dan dilakukan secara transparan serta memberikan akses informasi seluas-luasnya.

“Hasil-hasilnya akan kami olah, crosscheck analisisnya dengan hasil yang kami dapatkan baik dari pihak keluarga almarhum Yosua (Brigadir Joshua Hutabarat,red) maupun dengan ahli yang kami undang biasa sebagai pendamping Komnas HAM dalam melakukan pekerjaan-pekerjaannya, supaya memudahkan kami untuk membuat kesimpulan,” jelas Ahmad Taufan Damanik, Senin (25/7). (ral/int/pojoksatu)