Brigadir Joshua Diancam Sampai Menangis Telepon Ibu, Minta Tak Dihubungi 7 Jam

Brigadir Joshua Hutabarat dan kekasihnya Vera Simanjuntak
Brigadir Joshua Hutabarat dan kekasihnya Vera Simanjuntak. (Dok Disway)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kuasa hukum keluarga Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak menceritakan Brigadir Joshua diancam beberapa hari sebelum meninggal dunia.

Gara-gara Brigadir Joshua diancam, adiknya Bripda LL Hutabarat diminta pindah dari tempat tugasnya di Mabes Polri ke Jambi.

Kamaruddin Simanjuntak menyebut Brigadir Joshua menangis saat menelepon ibunya. Ia mengaku diancam dan meminta agar adiknya segera dipindah dari Mabes Polri.

“Begitu berat ancaman yang diterima Josua sampai Josua dalam telepon itu menangis,” ujar Kamaruddin, dikutip Pojoksatu.id dari disway.id, Senin (23/7).


Menurut catatan pengacara, ancaman itu datang sejak bulan Juni. Sampai berhari-hari. Pun sampai sehari sebelum kematiannya.

BACA : Kekasih Brigadir Joshua Ungkap Soal Ancaman Pembunuhan, Brigadir J Sampai Ketakutan dan Menangis

Josua terus curhat mengenai ancaman itu ke ibunya. Baik lewat telepon maupun WA. Sampai sehari sebelum kematiannya Josua masih menelepon sang ibu.

Bahkan jam 10.58 tanggal 8 Juli itu Josua masih menelepon ibunya dari Magelang.

Dalam pembicaraan telepon terakhir itu Josua mengatakan segera berangkat dari Magelang ke Jakarta.

Ia minta agar keluarga tidak menghubunginya. Kalau sang ibu mau menghubungi setelah tujuh jam kemudian saja.

Pagi itu Josua juga bicara dengan ibunya soal rencana kepergian Irjen Pol Ferdy Sambo ke Balige.

“Saya akan minta izin bapak untuk bisa ikut ke Balige,” ujar Josua seperti ditirukan pengacara.

BACA : Kekasih Brigadir Joshua Ternyata Berparas Cantik, Ini Pengakuan Vera Usai Diperiksa Polisi 3 Hari Berturut-turut

Waktu ditelepon Josua itu sang ibu lagi berada di Balige. Bersama suami dan dua putrinya. Yakni ke makam kakek-nenek Josua dari pihak ibu.

Dari Balige mereka menuju Padang Sidempuan. Perjalanan 6 jam. Ke makam kakek-nenek Josua dari pihak ayah.

Di Padang Sidempuanlah mereka menerima kabar Josua tewas.

Kesaksian Pacar Brigadir Joshua

Pacar Brigadir Joshua atau Brigadir J, Vera Simanjuntak mengatakan Brigadir J menerima ancaman pembunuhan. Ancaman itu terjadi seminggu sebelum Brigadir Joshua tewas.

Kesaksian kekasih Brigadir Joshua ini diungkap oleh pengacaranya, Ramos Hutabarat usai mendampingi Vera menjalani pemeriksaan di Polda Jambi, Minggu (24/7).

Ramos mengaku mendapat cerita langsung dari Vera terkait ancaman pembunuhan terhadap Brigadir Joshua.

“Kalau untuk ceritanya itu (ancaman pembunuhan), jadi memang ada diceritakan, tetapi sejak kapannya itu ada sekitar satu minggu-an lah ada pembicaraan-pembicaraan yang memang mengarah ke sana,” kata Ramos Hutabarat kepada wartawan.

Ramos mengatakan percakapan terakhir antara Vera Simanjuntak dan Brigadir Josua terjadi pada Jumat (8/7) sekitar pukul 16.43 WIB.

Sementara klaim pihak kepolisian, Brigadir Joshua tewas ditembak Bharada E pada Jumat (8/7) sekitar pukul 17.00 WIB di rumah Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo.

“Terakhir percakapan itu pada pukul 16.43, hari Jumat tanggal 8 Juli,” ucap Ramos Hutabarat. (one/pojoksatu)