Kapolri Copot Dua Perwira Berkaitan dengan Penyelidikan Tewasnya Brigadir J, Lemkapi : Ini Sudah Bagian dari Transparan

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers terkait kasus kematian Brigadir Joshua

POJOKSATU.id, JAKARTA- Terkait tewasnya Brigadir J di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo harus mencopot jabatan dua perwiranya.

Dua perwira yang dicopot dari jabatannya tersebut yaitu Brigjen Pol. Hendra Kurniawan sebagai Karo Paminal Polri.

Dan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto dipaksa menanggalkan jabatannya sebagai Kapolres Metro Jakarta Selatan.

Penonaktifan kedua perwira Polri tersebut diduga berkaitan dengan pengusutan dan penyelidikan kasus baku tembak antaranggota polisi di rumah dinas Irjen Pol. Ferdy Sambo.


Atas pencopotan tersebut, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Kepolisian (Lemkapi) Edi Hasibuan mengaku menghormati keputusan Kapolri.

Dijelaskannya, pencopotan atau penonaktifan kedua jenderal dan satu kombes tersebut berkaitan dengan kritik masyarakat.

BACA : Komisi III DPR Minta Polisi Buka Hasil Autopsi dan Rekaman CCTV Brigadir Joshua Secara Terang Benderang

Sikap dan tindakan ketiga perwira polisi itu dinilai masyarakat tidak profesional dalam bertugas.

“Bahkan ada juga masyarakat yang menyoroti bahwa mereka ini kurang memiliki empati kepada keluarga korban,” katanya, Jumat, 22 Juli 2022.

Menurut dia, langkah Listyo Sigit yang mendengarkan masukan dan kritikan masyarakat itu menjadi tanda bahwa Polri terbuka dan profesional dalam menangani kasus yang menewaskan Brigadir J.

Masyarakat bisa melihat kesungguhan Kapolri yang tidak ragu dalam melakukan penindakan kepada siapa saja yang terlibat atau menyalahi wewenang, tambahnya.

“Saya kira dalam kasus ini, Polri tidak akan main-main karena kepercayaan masyarakat kepada Polri ini yang dipertaruhkan,” ujarnya.

Edi mengatakan Listyo Sigit ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa Polri mengusut kasus tersebut secara transparan dan tidak ada yang ditutup-tutupi, sehingga masyarakat bisa semakin percaya kepada institusi tersebut.

Saat ini, pihak kepolisian masih mengumpulkan bukti-bukti dan saksi. Edi berharap penanganan kasus tersebut dilakukan secara ilmiah. (dhe/pojoksatu/fin)