Desakan Pencopotan Kapolda Metro Jaya, Pengacara HRS Ungkit Tragedi KM 50 : Poinnya Bukan Copot Mencopotnya

Video Irjen Ferdy Sambo nangis di pelukan Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pasca pencopotan dua jenderal Polri dan Kapolres Metro Jakarta Selatan, kini desakan pencopotan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran juga mencuat.

Desakan pencopotan Kapolda Metro Jaya terkait kasus kematian Brigadir Joshua itu datang dari berbagai kalangan, baik politisi maupun pengamat.

Namun pengacara Habib Rizieq, Aziz Yanuar, memiliki pandangan lain.

Ia menilai, tugas utama Polri bukan pada pencopotan para jenderal atau perwita di internal kepolisian.


Akan tetapi yang terpenting bagaimana kasus kematian Brigadir Joshua diungkap ke publik secara transparan.

BACA: Paras Cantik AKP Rita Yuliana Bikin 4 Laki-laki Sekaligus Klepek-klepek, Siapa saja ?

“Poinnya bukan copot mencopotnya. Namun ungkap kasusnya dengan transparan dan profesional,” kata Aziz Yanuar saat dihubungi PojokSatu.id, Jumat (22/7/2022).

Menurutnya, semu yang berkaitan dengan kematian ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo itu harus diusut dan diselidiki serta diungkap kepada publik secara transparan.

“Dari kronologis hingga pelaku dan inisiator, serta seluruh pihak yang terlibat wajib diungkap,” tekan dia.

Kendati demikian, Aziz Yanuar juga mengapresiasi gerak cepat Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang mencopot tiga perwira Polri.

“Saya apresiasi juga mungkin pencopotan (dua jenderal dan Kapolres Metro Jaksel). Itu bagian shock terapi awal atau langkah preventif meski menurut saya tidak pas,” kata dia.

BACA: Terbaru, Konon Kapolri Terancam Dicopot Jokowi Gegara Kasus Kematian Brigadir Josua

Adapun saat ditanya soal desakan pencopotan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran yang dinilai memiliki kedekatan dengan Irjen Pol Ferdy Sambo, Aziz Yanuar tak mau berspekulasi.

Hanya saja, kata dia, bila dikaitkan dengan tragedi KM 50, Kapolda Metro Jaya tak maksimal memerintahkan tim khusus untuk menyeret pelaku yang terlibat dalam tragedi penembakan 6 Laskar FPI.

“Jika terkait dengan KM 50, jelas tim yang dulu dia (Kapolda Metro) bentuk hasilnya nol besar. Jadi, wajar ketika publik menilai dia terlibat (dalam kasus kematian Brigadir Joshua). Minimal mendukung,” tandas Aziz Yanuar.

Untuk diketahui, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sebelumnya sudah mencopot dan menonaktifkan Irjen Pol Ferdy Sambo sebagai Kadiv Propam Polri.

Pencopotan dan penonaktifan Ferdy Sambo itu terkait baku tembak yang terjadi di rumahnya, yang menewaskan Brigadir Joshua atau Nopryansyah Yosua Hutabarat.

BACA: Ada Single Image, Bukan Ferdy Sambo tapi Fembo, Istrinya Bernama Aswati, Ceritanya Mirip

Selanjutnya, Kapolri juga mencopot dan menonaktifkan dua perwira lagi.

Yakni Karo Paminal Propam Polri Brigjen Pol Hendra Kurniawan dan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdy Susianto.

Meski tak menyebutkan secara jelas alasan pencopotan Hendra dan Budhi, kuat dugaan itu dilakukan tidak lain berkaitan dengan tewasnya Brigadir Joshua. (fir/pojoksatu)